Adakah teman2 blogger yang sering lewat jalan Yogyakarta-Magelang? Bagi yang sering lewat, juga bagi para pemudik kedaerah Yogya dan Magelang (sebentar lagi kan pada mudik!) tentunya tidak asing lagi dengan makanan “mangut”, yaitu lauk yang terdiri dari ikan air tawar, biasanya lele (tapi bisa juga mujair atau bawal) yang dimasak pertama kali digoreng, setelah itu dimasak lagi dengan kuah santan dengan rasa pedas.
Nah, dimana kita bisa beli mangut lele itu? Di desa Tangkilan, ditepi barat sungai Pabelan, kalau dari arah Muntilan ke Magelang, setelah tikungan disungai Pabelan langsung belok kekanan kira2 25 (dua puluh lima) meter, ada warung makan “PURNAMA”. Inilah warung makan mangut lele yang kesohor. Tidak percaya? Boleh coba!
Baru2 ini, setelah meresmikan IKADI Kota Semarang, saya dan isteri ke Yogyakarta. Tetapi karena tidak tega lewat desa Tangkilan begitu saja, terpaksa saya dan isteri, meskipun dengan voorrijders pak Polisi, ya mampir dulu ke warung Purnama itu bersama dengan pak polisinya. Wah, nekat ya? Yaa begitulah, tapi kayaknya everyone is happy, kecuali kalau saya salah menilai.
Barangkali ada yang nanya, darimana saya tahu? Soalnya, saya memang lahir didesa Pabelan itu, dimana almarhum ayah saya Haji Asy’ari adalah lurah dari tahun 1946 sampai kalau tidak salah tahun 1974. Eh, meski ini berbau promosi, tapi pemilik warung bukan saudara lho?!