Yusuf Asy’ari

social justice for all

January 14th, 2008

Pantun yang belum dibacakan

Tanggal 13 Desember 2007, Penutupan Munas REI (Belum dibacakan)

Lari pagi kita berkeringat,
Sampai napas kita memburu
Kita dukung dengan penuh semangat
Kepemimpinan Ketua Umum yang baru

Kalau kita ikut pemilihan umum
Harus siap menang ataupun kalah
Kalau kita sukses memilih Ketua Umum
Harus sukses pula percepatan pembangunan rumah

Jauh kepasar hanya beli teri
Dibuat lauk untuk makan bubur
Elok benar organisasi REI
Meski bersaing ketat hati tetap akur

Buah pisang bagus dibuat selai
Sangat enak dimakan dimakan dengan talas
Meski sekarang belum ada rusunami yang selesai
Tetap kita kejar seribu tower ditahun dua ribu sebelas

Kalau lapar bolehlah kita makan mi
Terus minum agar tidak haus
Meski sekarang jamannya rusunami
Jangan lupakan program RSH landed house

Berlayar biduk ditengah telaga
Berlayar kapal api dilautan
Selesai acara munas REI di Jakarta
Kita tunggu acara ulang tahun di Medan *)

*) Direncanakan Bulan Maret 2008

January 14th, 2008

Kumpulan Pantun 2

Tanggal 9 Desember 2007 HUT KPR-BTN di Semarang.

Soto ayam sotonya encer
Jangan dimakan campur ketan
Ayo kawan kita gunakan KPR
Kalau tak mampu beli rumah kontan

Ke Solo jajan gudeg ceker
Rasanya enak harganya murah
Karena BTN memelopori KPR
Rakyatpun mudah membeli rumah

Tanggal 11 Desember 2007 Pembukaan Munas REI di Jakarta.

Kalau alami turbulence janganlah panik
Berdoa kepada Alloh, itulah afdhol
Munas Rei bukanlah piknik
Jangan buru-buru pergi ke Ancol

Tahun empat lima adalah tahun genting
Belanda menyerang kita bertahan
Memilih ketua memang penting
Tapi yang lain jangan dilupakan

Tanggal 13 Desember 2007. Pembukaan Lokakarya MP3I *) di Balikpapan.
*) MP3I adalah Masyarakat Peduli Perumahan dan Pemukiman Indonesia, diketuai oleh DR. Aca Suganda

Pohon sagu ditepi kali
Kali mengalir ke tepi pantai
Kita tunggu peran MP3I
Biar kelembagaan cepat selesai

Bila siang mandi dikali
Terik mentari bikin kita gerah
Tidak salah berharap pada MP3I
Bantu selesaikan pembangunan rumah

Kalau kita ingin panen harus rajin kesawah
Untuk pelihara kita punya tanaman
Kalau Pemda ingin rakyat cukup rumah
Jangan enggan bikin Dinas Perumahan

Tanggal 18 Desember 2007. Munas LIRA di Medan.

Kalau ingin berburu rubah
Tak perlu membawa anjing penjaga
Menjelang dua ribu sembilan hati-hatilah LIRA melangkah
Berbuat maksimal untuk nusa dan bangsa

Musim padi banyak burung gelatik
Bikin gemas petani mengusirnya
LIRA memang bagaikan gadis cantik
Semua kontestan bernafsu meminangnya

Kehutan kita berburu celeng
Jangan dimakan karena jelas haramnya
LIRA memang lembaga think-tank
Dipimpin Yusuf, semoga besar berkahnya *)
*) Namanya Yusuf Rizal

Menjelang tidur dengarkan dongeng kancil
Yang bisa menipu binatang-binatang raksasa
Presiden LIRA memang orangnya kecil
Tapi punya potensi luar biasa.

January 14th, 2008

Kumpulan Pantun 1

Tanggal 24 Nopember 2007. Wisuda UMM Malang.

Belajar sholat jadilah makmum
Kita perbanyak sholat sunnah
Ingin jadi ahli agama dan ilmu umum
Selesaikanlah kuliah di Universitas Muhammadiyah

Tanggal 1 Desember 2007

Kalau kita memasak gulai
Jangan lupa diberi rempah
Urusan rumah kapan selesai
Itu tergantung political-will pemerintah

Ke Batam kita berwisata
Cukup berbekal seribu rupiah
Kalau jadi bupati walikota
Jangan lupa rakyat dibuatkan rumah

Ayam hutan namanya bekisar
Dimusim kawin lari berkejaran
Political-will pemerintah konon sangat besar
Sayang belum tercermin didalam anggaran

Bikin gulai sebaiknya banyak kuah
Kalau perlu ditambah santan
Rumah urusan wajib pemerintah daerah
Itu kata PP nomor tiga delapan

Di Aula kita berramah-tamah
Sambil makan buah durian
Pemda ingin rakyat cukup rumah
Tapi enggan bikin Dinas Perumahan

Keatas kita melihat cicak
Kebawah kita melihat tikus
Kalau anggaran perumahan cekak
Perlu dibuatkan Dana Alokasi Khusus

Kalau kita jadi pembesar
Harus bisa bersikap adil
Political-will Pemerintah sangat besar
Sayang anggaran baru satu permil

Dari Medan ke Padang Sidempuan
Terus melaju kearah Binjai
Kalau tak ada bank perumahan
Jangan harap urusan rumah selesai

Kereta panjang ditarik lokomotif
Mengangkut anak yang bersukaria
Bangsa kita memang kreatif
Apalagi yang akan di-claim Malaysia?

Kalau kita masuk kakus
Mulailah dulu dengan berdo’a
Batam memang daerah khusus
Perlu banyak bangun rusuna

Kalau kita bekerja disawah
Jangan lupa berbekal buah
Kalau BUMN punya banyak tanah
Alangkah baiknya dibuat rumah

Bila kita sedang umrah
Jangan banyak makan anggur
Semua daerah bisa bikin rumah
Tergantung bagaimana maunya Gubernur

Dipadang gersang kita lihat kaktus
Dibawah terik matahari kita lihat maya
Beli rumah ke pengembang memang bagus
Tapi jangan lupa program rumah swadaya

November 5th, 2007

Menteri Pantun

Entah mengapa saya merasa pantun itu amat komunikatif. jadi setelah mendapat julukan menteri blogger, sekarang ditambah lagi menteri pantun. Saya ingn menunjukkan betapa pantun itu komunikatif.

Saat memberikan sambutan pada persemian pembangunan 100.000 unit rumah sederhana sehat di kawasan Jonggol oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 1 November lalu, saya mohon ijin Presiden untuk menutupnya dengan pantun juga.

Burung Cenderawasih di Papua, Terima kasih dan Sampai Jumpa