Yusuf Asy’ari

social justice for all

July 30th, 2008

PAMERAN PERUMAHAN BERSUBSIDI PERUMNAS

Mulai tanggal 29 Juli s/d 3 Agustus, Perumnas menyelenggarakan pameran perumahan bersubsidi dengan bekerjasama dengan Panangian Proexco sebagai event organizernya. Ini adalah kemajuan bagi Perumnas yang selama ini sejak tahun 2004 belum pernah menyelenggarakan pameran sendiri. Read the rest of this entry »

July 18th, 2008

Kumpulan Pantun 3

(Dibacakan pada berbagai kesempatan)

Kalau cinta sedang bersemi
Semuanya kelihatan sangat bagus
Meski sekarang jaman rusunami
Jangan lupa pada landed house Read the rest of this entry »

July 18th, 2008

Alhamdulillah WTP…

“Kalau kita panen kedele..sebaiknya kita bikin pabrik tempe… Kalau kita ingin WTP.. sebaiknya kita minta bantu BPKP…” Demikian pantun dari Menegpera , M Yusuf Asy’ari, mengakhiri paparannya pada Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah, yang berlangsung pada tanggal 16-17 Juli 2008. Read the rest of this entry »

February 14th, 2008

Minggu RUSUNAMI

Minggu kedua bulan Februari tampaknya jadi minggu pembangunan rusunami (rumah susun sederhana milik) bagi saya.

Pada hari Ahad tanggal 3 Februari 2008, saya diundang oleh PT.Modernland Realy Tbk, untuk menyertai grand launching rusunami di kota Tangerang yang direncanakan sebanyak tiga tower masing-masing 10 lantai. Harga maksimum 144 juta per unit.

Pada hari Senin 4 Februari 2008, saya diundang memulai ground breaking bersama Pak Fauzi Bowo untuk 14 rusunami di Kelapa Gading yang dibangun oleh Agung Podomoro Group. Sebagian 20 lantai dan sebagian lagi 22 lantai, sehingga total 6.000 lebih unit yang terbangun.

Hari Rabu tanggal 6 Februari 2008, saya akan memancangkan tiang pondasi pertama untuk rusunami di Kali Malang (masuk wilayah Bekasi) yang dibuat mixed use, yaitu sebagian untuk ruko dan sebagian lagi untuk hunian bagi masyarakat menengah bawah. Rusunami ini dibangun oleh PT. Mitra Safira Sejahtera, yang juga berencana membangun rusunami di Rancaekek Bandung.

Satu hal yang menggembirakan adalah kenyataan bahwa meski tower itu belum jadi, tetapi yang sudah pesan untuk membeli sampai sekitar 75%. Sangat signifikan. Sehingga saya berpikir adalah tidak benar bila rakyat kita tidak suka dengan rumah susun, apalagi di Jakarta yang hari-hari masih terancam banjir.

Rusunami di Tangerang yang dibangun oleh Modernland dijual mulai dari sekitar Rp.94,-juta/unit. Di Kelapa Gading mlai dari sekitar Rp. 88,-juta/unit dan di Kalimalang mulai dari Rp.75,- juta/unit untuk tipe 22.

Semoga dengan masuknya pengembang-pengembang besar ke rusunami, pasar rusunami akan semakin berkembang.Amin (04-02-08)

PANTUN RUSUNAMI
(dibacakan pada sambutan di Agung Podomoro Group)

Dalam setiap jamuan
Kita harus bersikap santun
Dalam setiap pertemuan
Kurang elok bila kita tidak berpantun

Kera hitam itu namanya lutung
Kalau marah dia selalu unjuk gigi
Bikin rusunami memang tidak selalu untung
Yang penting kita semua tidak rugi

Jualan kain ke pasar Tanah Abang
Ternyata hasilnya untung lumayan
Membangun rusunami jangan hanya berniat dagang
Tetapi harus juga disertai niat ”pengabdian”

Bila ingin jadi juara
Mesti berlatih keras semampunya
Menteri Perumahan Rakyat adalah Cosmas Batubara
Sedang Mohammad Yusuf Asy’ari adalah penggantinya.

+) Bp. Cosmas Batubara adalah Komisaris Utama Agung Podomoro, yang hadir saat itu

(04-02-08)

8 Februari 2008 (Peresmian Rusunami Kalimalang)

Pohon yang sehat banyak berdahan
Sehingga daunnya kelihatan rimbun
Bila kita datang kepertemuan
Sebaiknya dibacakan juga pantun

Ikan gurame telurnya banyak
Bila tidak menetas banunya amis
Bangun rusunami katanya tidak enak
E, ternyata laris manis

Hari panas bikin kita gerah
Sebaiknya istirahat di ruangan
Bikin rusunami katanya susah
Bikin satu ,e, ternyata ketagihan

Kalau kita senang bikin syair
Jangan lupa dibumbui kata penyedap
Bikin rusunami tak perlu khawatir
Insya Alloh dapat pahala dunia akhirat

Bila kita tanam padi disawah
Jangan lupa pilih bibit genjah
Kita boleh bikin apartemen mewah
Asal jangan lupa rusuna untuk menengah bawah

(06-02-08)

January 14th, 2008

Pantun Mutasi

24 Des 2007. Persiapan mutasi setelah rapat TPA

Jujur dan rendah hati adalah akhlaq mulia
Sangat dibutuhkan oleh pamong praja
Jadi birokrat kita sudah berprasetia
Sanggup ditempatkan dimana saja

Bunga maja tidak harum baunya
Buahnyapun pahit rasanya
Mutasi adalah hal yang biasa
Harus diterima dengan sukarela

Bila kita sering berbuat salah
Pantas bila merasa susah
Dimutasi kita sering merasa resah
Siapa tahu ditempat baru semakin berkah

Dari Semarang kita ke Solotigo
Diteruskan sampai Wonosobo
Banyak dari kita yang “rumangsa bisa”
Akan lebih baik bila, “bisa rumangsa”

Suatu benda meskipun kuno
Yang penting masih berfungsi dengan benar
Kita ucapkan terima kasih untuk Pak Nur Sutrisno
Dan selamat bertugas untuk Pak Iskandar

Kalau kita memancing disawah
Jangan harap dapat ikan patin
Kalau ada ucapan yang salah
Mohon maaf lahir dan batin

January 14th, 2008

Pantun Rekreasi

Tgl. 22 Des 2007. Rekreasi di Pulau Bintan
(Bersama Pak Kodradi, Sri Sultan HB X, Rahmat Witular, Z. Muarif dan Suharsojo)

Ada jenis manusia bernama seniman
Dia adalah raja disetiap panggung
BTN memang bank perumahan
Macam mana pula mau digabung-gabung

Ke Solo makan gudheg ceker
Kalau kurang bisa nambah lagi
BTN memang jagonya KPR
Kuasai 95% lebih, KPR-Bersubsidi

Makan dihotel selalu ada abalone
Kalau kurang pedas bisa ditambah merica
BTN memang harus stand alone
Tuan dan Puan di BI, semuanya suka

Anak kodok namanya precil
Hidup bergerombol ditepian kali
KPR-Bersubsidi memang untuk rakyat kecil
Tak banyak bank-bank besar yang sudi

Berjalan-jalan dipantai Senggigi
Meski capek tapi enak rasanya
Dirut BTN itu Pak Kodradi
Iqbal Latanro itu penggantinya

Pagi hari ingin sarapan ketan
Sayang dimasak belum terlalu matang
Hari gini kita datang dipulau Bintan
Menunggu gubernur yang tak kunjung datang

Naik mobil jangan terlalu laju
Hindarkan potensi tabrakan beruntun
Kepulauan Riau memang negeri Melayu
Pemimpinnya santun pandai pula berpantun

Enak benar sarapan ketupat
Meski hanya dengan lauk seadanya
Untung benar Kepri punya pulau Penyengat
Sayang jalan dan tanaman kurang terpelihara

Makan malam enak pakai ketupat
Dimakannya dengan penuh semangat
Kita piknik kepulau Penyengat
Pulang-pulang para ibu bermuka pucat *)

*) Bermuka pucat karena takut, gelombang sangat besar
dan perahu yang dinaiki cukup kecil

Kalau kita perlu lama disawah
Jangan lupa bawa cukup makanan
Kalau Pemda ingin rakyat cukup rumah
Jangan enggan bikin Dinas Perumahan