Ibadah malam pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan di Masjidil Haram terasa sangat beda dengan malam-malam yang lain, meskipun sama-sama dibulan Ramadhan.Apabila dimalam-malam lain ibadah malam hanya sholat tarawih 23 rakaat, maka pada sepuluh hari terakahir bulan Ramadhan, ibadah malam terdiri dari dua kali.Pertama sesudah sholat ’Isya’, kita melakukan tarawih sebanyak 20 rakaat tanpa witir. Waktunya kurang lebih antara jam 20.00 s/d 22.00. setelah itu istirahat. Kemudian pada jam 01.00 s/d 03.00 malam, sholat Qiyamul Lail sebanyak 10 rakaat ditambah 3 rakaat witir. Meskipun jumlah rakaatnya berbeda, tetapi waktu yang dipakai untuk sholat relatif sama, karena sholat qiyamul lail sangat lama baik bacaan ayat Qur’annya, ruku’nya, i’tidalnya, sujudnya maupun duduk antara dua sujud serta duduk attahiyyat-nya.Meskipun demikian, saya merasakan bahwa sholat qiyamul lail yang malam terasa lebih enak, khusyu’ serta syahdu. Hanya saja karena faktor umur, sekarang ini saya tidak kuat lagi untuk setiap malam sholat 20 rakaat tarawih ditambah 13 rakaat qiyamul lail. Demikian pula waktu thawaf dan sa’i. Setelah sa’i dapat separo, rasanya kaki ini ada yang memberati.Karena itu, buat teman-teman blogger yang ingin umroh atau bahkan hajji, jangan menunggu tua. Justru mumpung masih muda, sempatkanlah beribadah hajji dan umroh. (mya).
as.Alhamdulillah Saya dan okky ikut bhagia karna bpk dpt mlaksanakan umroh.semoga kami dapat mengikuti jejak bpk.Amiiien…