Ruang kelas putra SMP-IT Ihsanul Fikri

Di desa Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang ada sebuah sekolah swasta dengan nama SMP-IT Ihsanul Fikri. Sekolah ini ada dibawah Yayasan Tarbiyatul Mukmin yang saya bersama-sama teman dirikan beberapa tahun yang lalu. Saat ini SMP-IT Pabelan sudah meluluskan untuk ketiga kalinya. Lulusan terakhir ditahun 2008 ini, untuk Kabupaten Magelang ternyata SMP-IT Ihsanul Fikri lulus 100 % dan menjadi sekolah swasta nomor satu. Apabila diperbandingkan untuk semua SMP termasuk negeri, maka SMP-IT Ihsanul Fikri menjadi nomor 5, sebab empat sekolah diatasnya semua SMP Negeri.


SMP-IT ini memakai sistim fully boarding, artinya semua murid harus masuk asrama. Keuntungan sistim ini maka mata pelajaran agama dapat diberikan secara intensive dan lebih efektif. Keuntungan lain, murid-murid datang dari berbagai kalangan dan berasal dari jauh, bahkan dari luar Jawa. Dengan kondisi saat ini, tidak semua pendaftar dapat diterima. Mereka harus lulus test masuk, karena tempat terbatas.
Banyak wali murid yang mendesak untuk segera dibuka SMA nya. Tetapi, membuka sekolah memang tidak mudah, apalagi mencari uang dari para donator sekarang ini tidak mudah. Pernah kami tawarkan agar ada sinergi dengan orang tua murid, yaitu bangunan gedung diusahakan oleh Yayasan, tetapi isinya komplit oleh wali murid. Tampaknya tawaran ini belum bersambut. Meskipun demikian, ada usulan dari teman-teman pengajar untuk membuka SMA nya pada tahun ajaran depan ini. Apakah mungkin? Wallohu a’lam; sebab bangunan sekolahnya untuk SMA belum ada.
Sekarang SMP-IT baru punya bangunan sebanyak 40 (empat puluh) lokal, diluar kantor dan masjid sekolah. Perlu diketahui bahwa membangun lokal untuk sekolah berasrama memang beda dengan yang tidak berasrama. Untuk yang berasrama, setiap lokal kelas membutuhkan dua lokal lagi untuk asramanya, jadi kalau akan diterima dua kelas, maka kita sudah harus punya enam lokal. Belum lagi harga tanah sekitarnya sudah mulai mahal.
Karena itu, mumpung hampir Ramadhan, saya undang para aghniya (orang yang dianugerahi harta lebih oleh Alloh) untuk menyalurkan sebagian zakat dan sedekahnya ke Pesantren Tarbiyatul Mukmin di Pabelan ini.
Waah, bisa dipercaya enggak ya? Begitu barangkali response anda. Yaah, cobalah tinjau dulu kompleknya, sambil bawa uang. Kalau cocok, tinggalkan uang itu untuk fii sabilillah! Gampang kan?!
Bagi mereka yang akrab dengan Jawa Tengah, apabila anda naik mobil dari Yogya kearah Magelang, setelah kota Muntilan akan menyeberangi jembatan sungai Pabelan persis setelah tikungan. Lewat satu desa lagi anda akan sampai pertigaan yang kekiri kearah Borobudur (Jangan salah, sebab setelah kota Blabak, didesa Blondo ada pertigaan yang kekiri kearah Borobudur juga, bukan ini yang saya maksud). Nah anda ambil belokan kekiri pada pertigaan kearah Borobudur yang pertama tadi, lalu pada desa ketiga, ada papan nama ke SMP Ihsanul Fikri, berdampingan dengan Papan nama kearah Pondok Pabelan, yang papan namanya lebih besar. Anda belok kekiri, kira-kira setengah kilometer sudah sampai komplek sekolah SMP Ihsanuf Fikri, Pabelan Selatan. “Selamat Datang di ladang dakwah dan pendidikan Islam”.