Untuk kompleks Pesantren semacam SMP-IT Ihsanul Fikri di desa Pabelan, Mungkid, Magelang ini, meskipun prestasi sekolahnya dapat dibanggakan karena lulus 100% dan menjadi sekolah swasta nomor satu di Kabupaten Magelang, akan tetapi masih menghadapi problemátika air tanah yang digunakan untuk mencuci pakaian dan mandi serta wudlu.Untuk mencuci serta mandi, saat ini digunakan air tanah yang dipompa. Sayang kandungan besi dan mangaan nya cukup tinggi, sehingga untuk mencuci, mandi dan wudlu kurang enak rasanya serta warnanya agak kekuning2an. Saat ini sedang dicari donator yang berkenan untuk turun tangan menjernihkan air itu, baik menyediakan biaya penjernihan airnya maupun membantu langsung instalasi penjernihan air. Atau, barangkali ada universitas yang mempunyai program pengabdian masyarakat, menjadikan pemurnian air ini sebagai praktek kerja nyata mahasiswanya. Memang, menciptakan sarana pendidikan anak bangsa yang berkualitas tidak gampang dan tidak murah. Diperlukan sinergi dari berbagai stakeholder pendidikan untuk bekerjasama mengatasi berbagai problema yang ada, termasuk didalamnya persoalan air di pesantren Tarbiyatul Mukmin yang mengelola SMP-IT Ihsanul Fikri ini. La takhof wa la tahzan, innalloha maana!Rasulullah pernah bersabda: Idza matabni adama in qoto’a amaluhu, illa min tsalatsin: Shodaqotin jariyatin, au ’ilmin yuntafa’u bih, au waladin sholihin yad’ulah (Apabila anak adam meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya, kecuali yang tiga: Shodaqoh jariah, atau ilmu yang dimanfaatkan atau anak sholeh yang mendo’akan orang tuanya)