Yusuf Asy’ari

social justice for all

August 25th, 2008

PUNCAK ACARA HARI PERUMAHAN NASIONAL (HAPERNAS)

upacara_hapernas3-irf.jpgpuncak_hapernas2-irf.jpgpuncak_hapernas1-irf.jpgpuncak_hapernas1-irf.jpgpuncak_hapernas1-irf.jpg  upacara_hapernas3-irf.jpgupacara_hapernas3-irf.jpgUpacara Harpenas 25 Agustus 2008 

Puncak acara Hapernas telah dilaksanakan hari Senin tanggal 25 Agustus 2008, bertempat dihalaman Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Jalan Raden Patah I no.1, Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Pagi hari jam 07.30 telah dilakukan upacara bendera dengan Inspektur Upacara Menpera dan Komandan Upacara Ir.Teguh Satria, Ketua Umum DPP REI, dihadiri oleh semua stakeholder perumahan, yaitu: BTN, Perumnas, REI, APERSI, MP3I, Bapertarum serta Kemenpera.

Setelah upacara bendera, mulai jam 10.00 diselenggarakan resepsi, dengan acara Penanda tanganan MOU antara Menpera dengan Panglima TNI, Jenderal Djoko Santosa dan Rektor UGM dan Rektor Ikopin. Saat itu diumumkan juga pemenang berbagai lomba. Sebagaimana diketahui, rangkaian peringatan Hapernas ini diisi dengan donor darah, pertandingan olah raga, pertunjukan Wayang Kulit dengan dalang Ki Manteb Sudarsono dengan lakon “Jumenengan Prabu Darmakesuma” atau yang juga populer dengan sebutan “Babad Alas Wanamarta”.

Malam sebelumnya diadakan malam tasyakuran yang diisi dengan kilas balik sejarah Perumahan sejak zaman sebelum kemerdekaan. Berbicara sebagai Nara sumber Dr.Ir.Suyono Sosrodarsono, Dr.Drs.Cosmas Batubara dan ditutup oleh Dr.Ir.Djoko Kirmanto. Beberapa mantan Menteri perumahan rakyat absen, yaitu Dr.Ir.Akbar Tanjung dan Dr.Ir.Siswono Yudhohusodo. (mya)

August 24th, 2008

HRC - HOUSING RESOURCE CENTER (Bale Daya Perumahan)

Sekitar 80% pembangunan rumah dilakukan oleh masyarakat secara swadaya, baik oleh golongan masyarakat kaya, menengah maupun miskin, termasuk oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Read the rest of this entry »

August 8th, 2008

HARI PERUMAHAN NASIONAL

Banyak departemen yang memiliki hari besar yang bukan hari libur. Gunanya antara lain sebagai milestone, tonggak perjalanan dimana dapat dilakukan evaluasi serta pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang telah dianggap berjasa selama tahun berjalan. Para stakeholder perumahan belum punya hari perumahan nasional. Read the rest of this entry »

August 5th, 2008

KAPOLDA VERSUS DUREN

Pada tanggal 30 dan 31 Juli 2008 saya berkesempatan ke Pekanbaru dalam rangka menghadiri Musda DPD REI Provinsi Riau. Pada malam Kamis sewaktu acara  welcome party, saya duduk berendeng dengan Gubernur dan Kapolda Riau. Karena Gubernur ada acara lain, beliau meninggalkan hotel, sehingga saya duduk berendeng dengan Kapolda.

Eh, tahu-tahu pak Teguh Satria, Ketua Umum DPP REI yang juga duduk semeja menawarkan apakah saya mau duren. Sebelum saya sempat menjawab, Kapolda dengan serius mengingatkan saya agar jangan makan duren. Read the rest of this entry »

August 5th, 2008

KEHEBATAN REI JAWA TIMUR

Dalam Musda DPD REI Jawa Timur di Surabaya bulan Juli yang lalu, Pak Teguh Satria dalam sambutannya menyanjung bahwa REI Jawa Timur ini hebat. Rasanya memang benar. Di Jawa Timur, anggota REI banyak sekali. Produksi rumah sederhana sehat (RSH) yang dihasilkan pun cukup banyak. Dalam setiap Musda yang maju menjadi calon Ketua selalu lebih dari satu. Read the rest of this entry »

August 4th, 2008

WTP DAN ANGGARAN KECIL

Alhamdulillah Kementerian Negara Perumahan Rakyat untuk tahun buku 2006 dan 2007 diberi opini WTP – Wajar Tanpa Pengecualian – oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). WTP adalah opini tertinggi bagi Laporan Keuangan instansi yang merupakan terjemahan dari Unqualified Opinion. Klas dibawahnya adalah Qualified Opinion, setelah itu Disclaimer dan terakhir Adverse Opinion.

Banyak pihak yang berpendapat – termasuk Bu Sri Mulyani Indrawati – bahwa Kementerian Negara Perumahan Rakyat mendapat Unqualified Opinion karena anggarannya kecil. Untuk ini sebenarnya ada dua statement yang bisa dikemukakan. Satu, kenapa kementerian atau lembaga lain yang anggarannya lebih kecil tidak juga mendapatkan Unqualified Opinion? Kedua, andaikan Kemenpera diberi anggaran 20 trilyun, dengan personnel yang ada saat ini, saya jamin hasilnya juga Unqualified Opinion, insya Alloh. Hayo, apakah Kemenpera akan diberi anggaran 20 trilyun? Adakah Ibunda sudi?