Harian Media Indonesia tanggal 28 Juli 2008 menurunkan berita dengan judul seperti diatas. Disitu diberitakan tentang kekhawatiran rusunami diborong oleh investor. Ada calon pembeli yang tercengang bahwa dia ada di nomor urut 600. Bahkan katanya baru saja ada investor yang memborong rusunami. Berita tambah seru setelah disebut juga anggota DPR yang dapat dua kaveling.Rupanya banyak yang terlambat tahu bahwa rusunami sangat diminati oleh masyarakat Jabodetabek, sehingga terlambat tahu bahwa yang antri memesan –sekali lagi memesan – rusunami memang sangat buaaanyak.  Konon rusunami Cawang yang hanya akan membangun sekitar 700 unit, mendapat peminat lebih dari seribu orang.Rusuna atau rumah susun sederhana sering juga disebut apartemen rakyat atau low cost apartment, terdiri dari rusunawa atau rumah susun sederhana sewa dan rusunami. Rusunami adalah singkatan dari rumah susun sederhana milik, artinya rumah susun sederhana yang dapat dimiliki dengan cara membeli. Rusunami ini ada dua jenis, yaitu rusunami bersubsidi dan rusunami non-subsidi. Rusunami bersubsidi hanya dapat dibeli dengan cara cicilan lewat KPR (Kredit Pemilikan rumah) dari Bank penyalur subsidi, misalnya BTN, Bank DKI dll. Akad kredit yang dibuat bank – yang memenuhi persyaratan tertentu – akan diajukan ke Kemenpera, yang akan men-verifikasinya untuk diteliti terpenuhinya persyaratan pemberian subsidi. Subsidi ini adalah bantuan dari Pemerintah yang tak perlu dikembalikan, sebagai bantuan kepada MBR atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Kalau mau tahu apa syarat-syarat subsidi, dapat ditanyakan ke loket-loket bank penyalur subsidi, jangan dulu percaya pada omongan sembarang orang. Sampai saat ini belum ada subsidi yang keluar, sebab belum ada satuan rumah susun yang serah terima kunci. Insya Alloh dibulan Agustus ini akan ada rusunami yang serah terima kunci yaitu rusunami di Cengkareng yang dibangun oleh Perumnas dan di Tangerang yang dibangun oleh Modernland.Kepada calon-calon pembeli rusunami, saya sarankan untuk hati-hati dalam membelinya. Jangan mudah terbuai oleh rayuan dan cerita para penjual. Teliti dulu setiap informasi termasuk leaflet yang disodorkan dan pertimbangkan seberapa logis penawaran mereka, jangan buru-buru terpikat dengan gambar indah yang sering disebut sebagai impressi artis. Kepada para tenaga pemasaran, saya juga berharap agar jujur dalam membujuk calon pembeli. Tidak perlu bohong, tak perlu bilang kalau baru laku 25 % dikatakan hampir habis, kemarin baru diborong investor dsb. Apalagi dikatakan bahwa mengurus subsidi itu susah, lama, beli saja yang non subsidi. Bohong itu dosa, rejeki yang didapat tak akan berkah, baik bagi dirinya maupun perusahaannya.Masyarakat juga perlu tahu bahwa untuk rusunami non subsidi, pengembang boleh menjual dengan harga yang lebih tinggi dari 144 juta/unit. Karena memang itu diperlukan untuk memberikan subsidi silang. Saat ini pengembang yang berminat membangun rusunami sangat banyak, sehingga tak perlu dikhawatirkan bahwa rusunami akan segera habis. Saya yakin sepanjang permintaan masih ada, niscaya pengembang masih akan membangunnya. Jadi saya akan sangat senang bila setiap anggota DPR mau membeli rusunami – asal yang non subsidi –. Belilah dua unit, satu untuk adiknya dan satu lagi untuk adik iparnya.