“Kalau kita panen kedele..sebaiknya kita bikin pabrik tempe… Kalau kita ingin WTP.. sebaiknya kita minta bantu BPKP…” Demikian pantun dari Menegpera , M Yusuf Asy’ari, mengakhiri paparannya pada Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah, yang berlangsung pada tanggal 16-17 Juli 2008.

Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 16-17 Juli 2008, dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Hotel Sultan, Jakarta. Rapat kerja yang membahas tentang pelaporan keuangan pemerintah pusat dan daerah tersebut, diselingi dengan pemberian penghargaan kepada instansi pemerintah yang memperoleh opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian - Red) atas laporan keuangan tahun 2007. Beberapa instansi yang mendapat penghargaan antara lain Kementrian Negara Perumahan Rakyat, Mahkamah Kontitusi, Badan Intelejen Negara, Komisi Yudisial, dan Pemerintah Kota Tangerang.Pada hari kedua, Menteri Negara Perumahan Rakyat, M Yusuf Asy’ari, yang juga seorang Akuntan menyampaikan pengalamannya dalam penyusunan Laporan Keuangan. Pada kesempatan tersebut Yusuf menyampaikan bahwa Kemenegpera sudah menggunakan aplikasi Sistem Akuntansi Instansi yang terdiri dari dua sub sistem yaitu Sistem Akuntansi Keuangan dan Sistem Akuntansi Barang Negara. Penyusunan laporan dibuat secara berjenjang dari tingkat satuan kerja hingga Kementrian.Kendalakendala yang dihadapi Kemeneg pera antara lain masih belum terbiasanya menggunakan aplikasi SAI, terbatasnya SDM yang memahami komputer dan akuntansi serta pada tahun lalu belum terbentuk APIP. Yusuf juga menyampaikan kunci-kunci keberhasilannya dalam memperoleh opini WTP meliputi adanya komitmen yang kuat dari jajaran pimpinan, ketaatan pada sistem dan prosedur yang ditetapkan, ketersediaan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dan tersedianya SDM yang kompeten.

Kunci lain dari keberhasilannya adalah bekerja sama dengan BPKP dalam proses penyusunan laporan keuangan. Kemenegpera telah meminta bantuan tenaga ahli dari BPKP yang ditempatkan di Inspektorat untuk melakukan reviu atas penyusunan laporan keuangan. Pada akhir sesi, Yusuf membacakan sebuah pantun ” Kalau kita panen kedele..sebaiknya kita bikin pabrik tempe… Kalau kita ingin WTP.. sebaiknya kita minta bantu BPKP…”

Sumber : http://www.bpkp.go.id/viewberita.php?aksi=view&start=0&id=3173