Hari ini kami harus melepas anggota keluarga termuda kami, Ibrahim. Ibrahim adalah cucu terkecil Bapak yang sangat lengket dengan Bapak. Setiap melihat Bapak, pasti Ibrahim minta gendong dan sulit sekali melepaskannya dari gendongan Bapak. Kelihatannya untuk Bapak cukup berat harus berpisah dengan Ibrahim, bahkan mungkin jauh lebih berat ketimbang berpisah dari papanya Ibrahim, -Hanif- sang putra bungsu beberapa tahun yang lalu saat harus menuntut ilmu ke Sydney.
Hanif dan istrinya Lia, membawa Ibrahim kembali ke Sydney karena Lia sudah habis masa cutinya yang sangat panjang. Kebetulan mereka juga sedang mengajukan proses PR Australia. Semoga Allah selalu melindungi mereka sekeluarga. Amin.