<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.2" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Tiga Menteri “Berkoalisi” Bangun Rumah Buruh</title>
	<link>http://www.yusufasyari.com/2008/05/03/tiga-menteri-%e2%80%9cberkoalisi%e2%80%9d-bangun-rumah-buruh/</link>
	<description>social justice for all</description>
	<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 09:13:28 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.2</generator>
		<item>
		<title>By: Yogha RP</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2008/05/03/tiga-menteri-%e2%80%9cberkoalisi%e2%80%9d-bangun-rumah-buruh/#comment-45879</link>
		<dc:creator>Yogha RP</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 04:38:09 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2008/05/03/tiga-menteri-%e2%80%9cberkoalisi%e2%80%9d-bangun-rumah-buruh/#comment-45879</guid>
		<description>Pak Yusuf, mungkin perumahan rakyat kalau tersebar sampai kedaerah bisa mengurangi tingkat urbanisasi, kalau terpusat di Jakarta semua, semua orang pasti ingin ke Jakarta karena disana mereka bisa punya rumah murah disubsidi pemerintah, sedangkan dikampung sendiri tidak.

Sedikit unek2 dari saya pak :) 

Semoga Kita semua senantiasa dalam lindunganNya
Amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Yusuf, mungkin perumahan rakyat kalau tersebar sampai kedaerah bisa mengurangi tingkat urbanisasi, kalau terpusat di Jakarta semua, semua orang pasti ingin ke Jakarta karena disana mereka bisa punya rumah murah disubsidi pemerintah, sedangkan dikampung sendiri tidak.</p>
<p>Sedikit unek2 dari saya pak <img src='http://www.yusufasyari.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga Kita semua senantiasa dalam lindunganNya<br />
Amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Khusen</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2008/05/03/tiga-menteri-%e2%80%9cberkoalisi%e2%80%9d-bangun-rumah-buruh/#comment-44663</link>
		<dc:creator>Khusen</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 08:09:38 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2008/05/03/tiga-menteri-%e2%80%9cberkoalisi%e2%80%9d-bangun-rumah-buruh/#comment-44663</guid>
		<description>Salut untuk Pak Yusuf.
Semoga 2010 semua Menteri punya blog</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salut untuk Pak Yusuf.<br />
Semoga 2010 semua Menteri punya blog</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yusuf asy'ari</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2008/05/03/tiga-menteri-%e2%80%9cberkoalisi%e2%80%9d-bangun-rumah-buruh/#comment-43497</link>
		<dc:creator>yusuf asy'ari</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 11:51:46 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2008/05/03/tiga-menteri-%e2%80%9cberkoalisi%e2%80%9d-bangun-rumah-buruh/#comment-43497</guid>
		<description>Untuk sdr.Herwin Nur:
Terima kasih untuk komentar2nya. Memang banyak hal-hal yang "harus" dilakukan. Mudah2an kedepan daftar "harus" itu bisa berkurang. Dikomentar anda saya hitung ada "enam harus". semoga ada sebagian harus yang dapat diaplikasikan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk sdr.Herwin Nur:<br />
Terima kasih untuk komentar2nya. Memang banyak hal-hal yang &#8220;harus&#8221; dilakukan. Mudah2an kedepan daftar &#8220;harus&#8221; itu bisa berkurang. Dikomentar anda saya hitung ada &#8220;enam harus&#8221;. semoga ada sebagian harus yang dapat diaplikasikan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Eko S</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2008/05/03/tiga-menteri-%e2%80%9cberkoalisi%e2%80%9d-bangun-rumah-buruh/#comment-43253</link>
		<dc:creator>Eko S</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 03:57:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2008/05/03/tiga-menteri-%e2%80%9cberkoalisi%e2%80%9d-bangun-rumah-buruh/#comment-43253</guid>
		<description>Disaat kaum buruh menuntut kenaikan upah, akibat fluktuasi harga BBM, pemerintah melakukan terobosan jitu dgn menggandeng 3 menteri melakukan pembangunan rumah bagi buruh..... moga-moga ini jadi momentum dalam menghadirkan "rumahku adalah surgaku" bagi kelompok MBR....

R encanakan hidup dengan jalan ridho Illahi
U ntuk menggapai hunian yg layak 
M impikan angan-2 jadi nyata didepan mata
A gar semua  MBR dpt. sejahtera lahir bathim
H idupmu adalah napas dan gerak ekonomi bangsa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Disaat kaum buruh menuntut kenaikan upah, akibat fluktuasi harga BBM, pemerintah melakukan terobosan jitu dgn menggandeng 3 menteri melakukan pembangunan rumah bagi buruh&#8230;.. moga-moga ini jadi momentum dalam menghadirkan &#8220;rumahku adalah surgaku&#8221; bagi kelompok MBR&#8230;.</p>
<p>R encanakan hidup dengan jalan ridho Illahi<br />
U ntuk menggapai hunian yg layak<br />
M impikan angan-2 jadi nyata didepan mata<br />
A gar semua  MBR dpt. sejahtera lahir bathim<br />
H idupmu adalah napas dan gerak ekonomi bangsa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mahendra</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2008/05/03/tiga-menteri-%e2%80%9cberkoalisi%e2%80%9d-bangun-rumah-buruh/#comment-42916</link>
		<dc:creator>Mahendra</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 07:51:04 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2008/05/03/tiga-menteri-%e2%80%9cberkoalisi%e2%80%9d-bangun-rumah-buruh/#comment-42916</guid>
		<description>wah koq sekarang jarang di update pak??

* nungguin pantun-pantun yang lainnya :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah koq sekarang jarang di update pak??</p>
<p>* nungguin pantun-pantun yang lainnya <img src='http://www.yusufasyari.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: herwin nur</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2008/05/03/tiga-menteri-%e2%80%9cberkoalisi%e2%80%9d-bangun-rumah-buruh/#comment-41779</link>
		<dc:creator>herwin nur</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 00:47:10 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2008/05/03/tiga-menteri-%e2%80%9cberkoalisi%e2%80%9d-bangun-rumah-buruh/#comment-41779</guid>
		<description>JEMUR GIGI vs UNJUK GIGI 


TITIP, TITIP, TITIP ....
Kemenpera memang sangat diharapkan sebagai menko di bidang perumahan dan permukiman. Namun dari aspek perencanaan, pemrograman dan penganggaran, atau terjemahan dari RKP / RKAKL, bisa dikatakan kurang menunjang atau tak sinkron dengan harapan tsb. Target fisik unit rumah terbangun, selain menjadi harga mati malah menjadi kartu mati. Walau anggaran DIPA tak bisa naik secara signifikan, terobosannya dengan koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang perumahan dan permukiman harus diandalkan. Siapa berbuat apa, dimana, kapan, seberapa, bilamana harus dipadukan oleh kemenpera.

Kalau perlu mencermati fungsi, subfungsi, program, dan kegiatan dalam RKP /  RKAKL yang berbasis dan mengacu pada perumahan dan permukiman, sehingga bisa dicari berbagai kemungkinan. Sisi lainnya, selain pola “titip uang” di tingkat pusat, bisa juga mengembangkan pola “titip tangan” ke organisasi perangkat daerah di provinsi maupun organisasi perangkat daerah di kabupaten / kota. Lembaga yang sudah ada ditingkatkan kapasitasnya dan muatannya.

Pertimbangan dari sisi lainnya, dengan metode serba D zaman Orde Baru yang ternyata masih berlaku sampai akhir RI-1 ke 5, atau dengan pola “titip nafas” agar seirama, senada, sealiran dan sesama pemain tidak boleh saling mendahului. Berlaku prinsip bahwa orang tidak hanya pandai saja, tetapi harus juga pandai-pandai. Jangan merasa bisa, yang betul adalah bisa merasa. Bisa-bisa semakin bisa merasa malah tidak bisa membedakan rasa, karena mengandalkan perasaan, khususnya perasaan untuk mengkasihani diri sendiri.

Para pemangku kepentingan utawa stakeholders, harus disinerjikan sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing. Tak kalah pentingnya, potensi SDM di lingkungan Kemenpera harus dimanfaatkan secara man to man. Mengacu pada birokrasi yang konvensional, banyak SDM Kemenpera datang hanya untuk jemur gigi, bukannya unjuk gigi atau kemampuan. Pola kerja atau budaya kerja kemenpera harus beda semisal dengan departemen teknis, banyak hal tak tertulis yang harus dilaksanakan dan dicapai.

Salah satu prasyarat keberhasilan program pembangunan adalah ketepatan pada pengidentifikasian target group dan target area. Berbagai macam pendekatan, maka pendekatan berikut :
	Regional (kawasan) = menurut wilayah di mana masalah itu terjadi.
	Comparative (perbandingan) = membandingkan berbagai pendapat atau objek penelitian sehingga dapat diketahui persamaan dan perbedaannya.
	Topical (topik) = mengkaji masalah dengan cara mengelompokkannya dalam topik-topik tertentu.
dapat dipakai sebagai pendekatan dalam mencari formula pembangunan perumahan dan permukiman berbasis masyarakat (hn).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>JEMUR GIGI vs UNJUK GIGI </p>
<p>TITIP, TITIP, TITIP &#8230;.<br />
Kemenpera memang sangat diharapkan sebagai menko di bidang perumahan dan permukiman. Namun dari aspek perencanaan, pemrograman dan penganggaran, atau terjemahan dari RKP / RKAKL, bisa dikatakan kurang menunjang atau tak sinkron dengan harapan tsb. Target fisik unit rumah terbangun, selain menjadi harga mati malah menjadi kartu mati. Walau anggaran DIPA tak bisa naik secara signifikan, terobosannya dengan koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang perumahan dan permukiman harus diandalkan. Siapa berbuat apa, dimana, kapan, seberapa, bilamana harus dipadukan oleh kemenpera.</p>
<p>Kalau perlu mencermati fungsi, subfungsi, program, dan kegiatan dalam RKP /  RKAKL yang berbasis dan mengacu pada perumahan dan permukiman, sehingga bisa dicari berbagai kemungkinan. Sisi lainnya, selain pola “titip uang” di tingkat pusat, bisa juga mengembangkan pola “titip tangan” ke organisasi perangkat daerah di provinsi maupun organisasi perangkat daerah di kabupaten / kota. Lembaga yang sudah ada ditingkatkan kapasitasnya dan muatannya.</p>
<p>Pertimbangan dari sisi lainnya, dengan metode serba D zaman Orde Baru yang ternyata masih berlaku sampai akhir RI-1 ke 5, atau dengan pola “titip nafas” agar seirama, senada, sealiran dan sesama pemain tidak boleh saling mendahului. Berlaku prinsip bahwa orang tidak hanya pandai saja, tetapi harus juga pandai-pandai. Jangan merasa bisa, yang betul adalah bisa merasa. Bisa-bisa semakin bisa merasa malah tidak bisa membedakan rasa, karena mengandalkan perasaan, khususnya perasaan untuk mengkasihani diri sendiri.</p>
<p>Para pemangku kepentingan utawa stakeholders, harus disinerjikan sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing. Tak kalah pentingnya, potensi SDM di lingkungan Kemenpera harus dimanfaatkan secara man to man. Mengacu pada birokrasi yang konvensional, banyak SDM Kemenpera datang hanya untuk jemur gigi, bukannya unjuk gigi atau kemampuan. Pola kerja atau budaya kerja kemenpera harus beda semisal dengan departemen teknis, banyak hal tak tertulis yang harus dilaksanakan dan dicapai.</p>
<p>Salah satu prasyarat keberhasilan program pembangunan adalah ketepatan pada pengidentifikasian target group dan target area. Berbagai macam pendekatan, maka pendekatan berikut :<br />
	Regional (kawasan) = menurut wilayah di mana masalah itu terjadi.<br />
	Comparative (perbandingan) = membandingkan berbagai pendapat atau objek penelitian sehingga dapat diketahui persamaan dan perbedaannya.<br />
	Topical (topik) = mengkaji masalah dengan cara mengelompokkannya dalam topik-topik tertentu.<br />
dapat dipakai sebagai pendekatan dalam mencari formula pembangunan perumahan dan permukiman berbasis masyarakat (hn).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rosyidi</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2008/05/03/tiga-menteri-%e2%80%9cberkoalisi%e2%80%9d-bangun-rumah-buruh/#comment-41210</link>
		<dc:creator>Rosyidi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 10:41:13 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2008/05/03/tiga-menteri-%e2%80%9cberkoalisi%e2%80%9d-bangun-rumah-buruh/#comment-41210</guid>
		<description>Wah bagus sekali ini. Semoga diikuti oleh menteri2 yg lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah bagus sekali ini. Semoga diikuti oleh menteri2 yg lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
