Kamis siang tanggal 14 Februari 2008, dilakukan peletakan batu pertama rusunawa untuk UHAMKA di Pasar Rebo J
~M. Yusuf Asy’ari~
Kamis siang tanggal 14 Februari 2008, dilakukan peletakan batu pertama rusunawa untuk UHAMKA di Pasar Rebo J
~M. Yusuf Asy’ari~
Pak Menteri, sudah sejak 10 tahun yang lalu saya sebagai rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Malang telah membangun asrama mahasiswa yang sekarang sudah berhasil menampung sekitar 3500 mahasiswa. Para mahasiswa tahun pertama dan kedua kami wajibkan menempati asrama itu, untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing (Arab dan Inggris) serta membiasakan mereka melakukan kegiatan spiritual, seperti baca al Qur’an bersama, sholat berjama’ah dan lain-lain. Melalui komunikasi ini, saya ingin menyampaikan pada Pak Menteri, bahwa program Bapak membangun rusunawa pada kenyataannya memang sangat besar manfaatnya bagi peningkatan kualitas pendidikan kita. Hanya saja memang, pembangunan fasilitas tersebut harus dibarengi dengan penataan manajemen yang tepat. trima kasih, Pak Menteri bisa mengunjungi web site saya di : imamsuprayogo.com
Burung nuri, burung merpati terbang tinggi ke angkasa.
beristrirat di puncak tower rumah susun sederhana sewa….
bersiual dgn mengucap kata ……..
“disudut tengah kota hampir merata permukiman kumuh.
anak-anak bermain dgn langkah seadanya,
mencari nafkah saling berebut antar sesama,
tempat tinggal sudah tidak lagi bermakna
tanpa sarana dan prasarana,
program 1000 tower apartemen rakyat gerakan hidup untuk mencari makna, agar rakyat dpt dgn. mudah ke segala arah,
TUHAN disana pasti tersenyum dgn bergairah, melihat hambanya sujud dan berdo’a.
Smoga ini jurus jitu untuk berderma bagi kehidupan bangsa agar tidak menjadikan rakyatnya jelata…….
setelah berucap burung pun pergi entah kemana … karena diterpa tiupan angin yg maha dahsyat… si PUting BELIung.
Saya nyasar ke weblog ini, dan tidak menyesal…!
Salam hormat dan kenal Pak Yus, semoga selalu dlm inayah-Nya. Amin.
Assalamu’alaikum pak Yusuf,
Saya adalah karyawati di UHAMKA, wah….. saya sangat setuju sekali kalo Pak Menteri akan membatu Rusunami bagi karyawan dan dosen UHAMKA.
Soalnya, sampai saat ini saya masih “kontraktor” kontrak sana… kontrak sini. Kalau sedang diberi tugas di Kampus Limau, ngontraknya di Kebayoran Baru. Nah… ketika saya dipindahtugaskan di Kampus Klender, saya ngontraknya di Perumnas Klender. Jadi moving terus pak. Kalau roling karyawannya setiap 3 tahun, ya berarti setiap 3 tahun harus pindah.
Kalau difasilitasi KPR untuk Rusunami…. kan gak usah pindah-pindah. Wah…. setuju banget dech.
Salam kenal buat Pak Yusuf.
Untuk Pak Rektor Imam Suprayogo:
Pak Rektor, kalau punya saran2 untuk kebaikan, kirim saja kepada saya. Tentu tak ada jaminan bahwa saran anda mesti terlaksana. setidak2nya kan memberikan pencerahan buat orang lain. Hidup pak Rektor!!!
Untuk Eko S.: terima kasih untuk puisinya.
Pak Menteri, saya memiliki beberapa pertanyaan.
Dari beberapa kebijakan perumahan Kemenpera, mengapa kebijakan yang disusun selalu terkesan tidak tegas? bukankah lebih baik jika kebijakan dibuat lebih realistis dan tepat sasaran? misalnya, kebijakan Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat no 7/permen/m/2007 tentang KPR Sarusun Bersubsidi. Didalamnya, pilihan kelompok sasaran dengan penghasilan Rp. 1.2 juta TIDAK AKAN MAMPU membeli rusunami walaupun telah disubsidi. Mengapa tidak secara lugas saja dibuat kebijakan subsidi rusunawa dengan kelompok sasaran MBR? dan membuat batasan jelas pada kebijakan rusunami.
Lalu kebijakan percepatan rusunami Pemerintah, mengapa koordinasi antar instansi pemerintah belum dapat berjalan dengan baik? terutama dengan Pemerintah Kota DKI, yang menyebabkan developer-developer swasta mundur dari pembangunan rusunami.
Terima kasih. Sukses selalu untuk Bapak