Orang biasanya mencatat bahwa pecel yang kondang adalah dari Madiun. Tetapi ternyata di Surabaya ada juga pecel yang kondang, yaitu Pecel Bu Kus. Saya diajak sdr.Alisyahbana, kepala sekretariat tetap Bapertarum, pergi ke warung Bu Kus di kawasan Wonokromo, tepatnya jl.Baratajaya atau dikenal juga dengan jalan Bratang. Pecelnya moderat, tidak terlalu pedas, terdiri dari sayuran daun singkong, kacang panjang, tauge, kemangi ditambah kering tempe, srundeng dan peyek. Lauk lengkap dari daging sampai tempe dan tahu bacem. Mau bawa pulang untuk oleh-oleh, bisa! Pesan saja pecel dibungkus dengan box styrofoam (atau plastik), terus masukkan box karton, beres. Tinggal kirim dengan bagasi pesawat. Nah, teman-teman blogger yang sering ke Surabaya boleh coba. Apalagi buat mereka yang sudah kelebihan kolesterol dan asam urat. Cukup beli pecel lauk tahu tempe saja.
~M. Yusuf Asy’ari~
Sepertinya enak. Kapan2 perlu dicoba
baca artikel pa menteri makan pecel rasanya bikin tambah NGiler,,,
palagi ada khasiatNya bagi yg terkena kolesterol,..
mau nyobaiin di surabaya , kayaknya sih nga sebanding dg ongkos dan harga a porsi pecel…
ehhh… jalan2 disekitar kantor MENPERA nga’ taunya didepan gedung-berhadapan dg Pom Bensin ada kedai tenda bertuliskan JUAL PECEL ALA MADIUN….
lalu ta’ cobain….. deh … 1 porsi dgn rasa yg tdk kalah oke…. sslamat mencoba
memang benar enak pak mentri saya juga pernah diajak makan pecel bu kus disana sama temen2 btn suroboyo saya jadi selalu nyoba apabila ke daerah wisata kulinernya pak menteri, yang belum saya coba brongkos anaknya pak heny ketua dpd rei diy.
he he he… jadi ingat kampung halaman nih mas.
Udah nyoba-in pecel lapangan tennis tampak siring? plus nasi rawonnya…
hmmmm
makasi ya… udah boleh nimbrug
klik balik ya… kalo sempat di http://maaini.wordpress.com
Thx yaaaaa
Untuk semua:
Wah rupanya tak ada yang tak suka wisata kuliner yaa?