Rabu, 13 Februari 2008, saya ke Bandung, mengunjungi Puslitbangkim, Pusat Penelitian & Pengembangan Permukiman di kawasan Cileunyi. Disana banyak hasil-hasil penelitian untuk perumahan, seperti rumah sederhana tahan gempa, alat sederhana pembuat genting dan conblock, penjernih air dan sebagainya. Masalahnya, temuan-temuan itu belum masuk dunia industri, juga belum digunakan secara massal.
Dari puslitbangkim saya meninjau rumah bambu. Ternyata bambu juga bisa dibuat bahan rumah yang tidak kalah baiknya dengan bahan lain. Peninjauan rumah bambu ini merupakan kelanjutan dari peninjauan rumah bambu di Bali minggu sebelumnya yang dikembangkan oleh orang barat dari Kanada. Kita ingin sekali menemukan bahan-bahan alternatif pembuatan rumah, khususnya yang merupakan bahan lokal. Salah satu kendala pemakaian bambu untuk rumah adalah dianutnya paradigma bahwa kalau belum punya rumah tembok, rasanya belum memadai, padahal dari segi anti gempa, rumah kayu dan bambu lebih baik dari rumah tembok.
~M.Yusuf Asy’ari~