24 Des 2007. Persiapan mutasi setelah rapat TPA
Jujur dan rendah hati adalah akhlaq mulia
Sangat dibutuhkan oleh pamong praja
Jadi birokrat kita sudah berprasetia
Sanggup ditempatkan dimana saja
Bunga maja tidak harum baunya
Buahnyapun pahit rasanya
Mutasi adalah hal yang biasa
Harus diterima dengan sukarela
Bila kita sering berbuat salah
Pantas bila merasa susah
Dimutasi kita sering merasa resah
Siapa tahu ditempat baru semakin berkah
Dari Semarang kita ke Solotigo
Diteruskan sampai Wonosobo
Banyak dari kita yang “rumangsa bisa”
Akan lebih baik bila, “bisa rumangsa”
Suatu benda meskipun kuno
Yang penting masih berfungsi dengan benar
Kita ucapkan terima kasih untuk Pak Nur Sutrisno
Dan selamat bertugas untuk Pak Iskandar
Kalau kita memancing disawah
Jangan harap dapat ikan patin
Kalau ada ucapan yang salah
Mohon maaf lahir dan batin
wow. benar2 menteri pantun.
Koleksinya banyak dan bagus2, Pak
mudah2an perkembangan perumahan rakyat juga bagus..
Amin, semakin banyak yang mendoakan insya Allah semakin berkah!
Iya Pak, Terkadang Kita orang yg ingin rumangsa bisa sehingga ingin diperlakukan dg berlebihan oleh orang lain padahal setiap Kita pasti punya keterbatasan. Jd hrs bisa rumangsa. Sy setuju
Yth Bpk. Menpera
Melihat berita koran akhir-akhir ini dimana kinerja Menpera masih jauh dari yang diharapkan, saya cukup salut Bapak masih sempat untuk berpantun.
Menurut hemat kami, daripada berpatun Bapak sebaiknya Bapak membuat perumahan dengan konsep-konsep yang benar sehingga target yang ditetapkan ke Menpera dapat tercapai sekaligus rumah/rusun yang sudah dibuat dapat dipakai oleh pasar yang dituju sehingga tidak kosong alias mubazir.
Selain itu, mohon agar Menpera tidak dijadikan ajang politik balas budi, sehingga amanah yang diembankan Bapak dapat dilaksanakan dengan baik.
Demikian, tks.
Salam
SK