Tanggal 9 Desember 2007 HUT KPR-BTN di Semarang.
Soto ayam sotonya encer
Jangan dimakan campur ketan
Ayo kawan kita gunakan KPR
Kalau tak mampu beli rumah kontan
Ke Solo jajan gudeg ceker
Rasanya enak harganya murah
Karena BTN memelopori KPR
Rakyatpun mudah membeli rumah
Tanggal 11 Desember 2007 Pembukaan Munas REI di Jakarta.
Kalau alami turbulence janganlah panik
Berdoa kepada Alloh, itulah afdhol
Munas Rei bukanlah piknik
Jangan buru-buru pergi ke Ancol
Tahun empat lima adalah tahun genting
Belanda menyerang kita bertahan
Memilih ketua memang penting
Tapi yang lain jangan dilupakan
Tanggal 13 Desember 2007. Pembukaan Lokakarya MP3I *) di Balikpapan.
*) MP3I adalah Masyarakat Peduli Perumahan dan Pemukiman Indonesia, diketuai oleh DR. Aca Suganda
Pohon sagu ditepi kali
Kali mengalir ke tepi pantai
Kita tunggu peran MP3I
Biar kelembagaan cepat selesai
Bila siang mandi dikali
Terik mentari bikin kita gerah
Tidak salah berharap pada MP3I
Bantu selesaikan pembangunan rumah
Kalau kita ingin panen harus rajin kesawah
Untuk pelihara kita punya tanaman
Kalau Pemda ingin rakyat cukup rumah
Jangan enggan bikin Dinas Perumahan
Tanggal 18 Desember 2007. Munas LIRA di Medan.
Kalau ingin berburu rubah
Tak perlu membawa anjing penjaga
Menjelang dua ribu sembilan hati-hatilah LIRA melangkah
Berbuat maksimal untuk nusa dan bangsa
Musim padi banyak burung gelatik
Bikin gemas petani mengusirnya
LIRA memang bagaikan gadis cantik
Semua kontestan bernafsu meminangnya
Kehutan kita berburu celeng
Jangan dimakan karena jelas haramnya
LIRA memang lembaga think-tank
Dipimpin Yusuf, semoga besar berkahnya *)
*) Namanya Yusuf Rizal
Menjelang tidur dengarkan dongeng kancil
Yang bisa menipu binatang-binatang raksasa
Presiden LIRA memang orangnya kecil
Tapi punya potensi luar biasa.
Wah, ternyata Bapak pandai berpantun juga ya.
Hebat, Pak!!!
Salam dari USA!!
Fida Abbott
Sdr. Fida, boleh juga saya anda kirimi pantun dari USA, siapa tahu memperluas cakrawala berpikir saya
Pak Menteri,
jangan terlalu sering berekspresi dengan pantun, nanti kurang lugas dan tegas dalam menyampaikan masalah dan pemecahannya.
Ketimbang pantun, rakyat miskin lebih perlu harga murah, ketersediaan barang serta kesempatan usaha. Dan tidak digusur-gusur terus, walaupun menciptakan lapangan kerja dan usaha sendiri.
Mana keberpihakan SBY JK kepada rakyat miskin? Jangankan disediakan lapangan pekerjaan, berusaha sendiri saja digusur. Mohon tanggapan
Kenapa dihapus pak Menteri, kan saya bicara soal realitas di seputar kita. Apa bapak ingin dengar hanya keberhasilan, sambil menutup diri dari kekurangan
Terima kasih Pak atas responnya terhadap komentar saya.
Ini salah satu pantun dari Robert Frost berjudul: Asking For Roses (maklum saya suka bunga mawar). Ini dia, mohon disimak pantunnya!
A house that lacks, seemingly, mistress and master,
With doors that none but the wind ever closes,
Its floor all littered with glass and with plaster;
It stands in a garden of old-fashioned roses.
I pass by that way in the gloaming with Mary;
‘I wonder,’ I say, ‘who the owner of those is.’
‘Oh, no one you know,’ she answers me airy,
‘But one we must ask if we want any roses.’
So we must join hands in the dew coming coldly
There in the hush of the wood that reposes,
And turn and go up to the open door boldly,
And knock to the echoes as beggars for roses.
‘Pray, are you within there, Mistress Who-were-you?’
‘Tis Mary that speaks and our errand discloses.
‘Pray, are you within there? Bestir you, bestir you!
‘Tis summer again; there’s two come for roses.
‘A word with you, that of the singer recalling–
Old Herrick: a saying that every maid knows is
A flower unplucked is but left to the falling,
And nothing is gained by not gathering roses.’
We do not loosen our hands’ intertwining
(Not caring so very much what she supposes),
There when she comes on us mistily shining
And grants us by silence the boon of her roses.
Kapan di Bali dibangunan rusunami?
U/ Edi – Edyanto 2003
Saran anda saya perhatikan, terima kasih. Tentu pantun tidak dimaksudkan untuk mengurangi kelugasan sesuatu yang memang harus lugas. Rakyat memang perlu segala sesuatu yang murah, termasuk rumah. Pak SBY tentu sangat berpihak pada rakyat miskin. Ditimbulkannya kembali Kementerian Perumahan Rakyat setelah dua priode kepresidenan yang lalu hilang juga dengan pertimbangan keberpihakan kepada rakyat miskin. Subsidi perumahan yang ditahun 2004 besarnya Cuma Rp.252 milyar/ tahun, sekarang ditahun 2008 sudah menjadi Rp.800 milyar/tahun; artinya meningkat menjadi lebih dari 300%. Sayang harga minyak dunia sangat mahal, sehingga penambahan subsidi untuk rumah sederhana sehat menjadi sedikit terkendala. Program perbaikan rumah untuk rakyat miskin ada dihampir semua propinsi. Tentu semua ini belum memuaskan, dan kalau ditanya siapa yang paling tidak puas, maka jawabannya adalah ”saya”. Soal penggusuran, itu lebih ada pada policy Pemerintah Daerah. Cobalah teliti satu persatu, adakah rumah yang ada pada Rencana Tata Ruang Wilayah digusur? Adakah rumah-rumah yang ada ijin membangunnya juga digusur? Adakah rumah-rumah yang tidak menghambat arus sungai digusur? Artinya kalau ada penggusuran (dan ini mestinya terpaksa) tentu ada sebab-sebabnya. Kementerian Perumahan Rakyat sendiri mempunyai policy yang membangun tanpa menggusur, tetapi merelokasi. Lihat pula contoh Pak Djokowi Walikota Solo yang memindahkan para pedagang kecil yang justru disambut dengan sukacita, pindahnya pun dengan arak-arakan yang meriah.
U/Edi:
Apanya yang dihapus boss? Mungkin belum diapproved saja, jadi comment Anda belum tampil. Memang maksud saya dengan blog ini lebih untuk mempererat persaudaraan. Tentu kita bisa mendengar apapun, tetapi syukur-syukur yang menggembirakan kan begitu? Saya juga tidak ingin menggunakan blog ini untuk berdebat, tetapi untuk berkomunikasi, dengan harapan semua itu akan diterima sebagai bagian kecil dari amal ibadah kita kepada Yang Maha Esa. Karena itu rata-rata saya menjawab hanya sekali, kecuali barangkali nanti kalau saya sudah pensiun.
Edi says :
Kenapa dihapus pak Menteri, kan saya bicara soal realitas di seputar kita. Apa bapak ingin dengar hanya keberhasilan, sambil menutup diri dari kekurangan
U/ Fida Abbott:
Terima kasih untuk kiriman pantun dari Robert Frost. Ternyata pantun juga sudah mendunia. Pantun-pantun nya –menurut saya— sangat indah, meski saya harus juga buka-buka kamus, he he he.
Bpk. Yusuf Yth,
Apa kabar Bapak? Sudah lama saya tak berkunjung ke sini. Saat dolan kali ini langsung nggak pakai sungkan-sungkan memberi sebuah Tag untuk Bapak.
Silahkan kunjungi Blog saya di http://www.fidaabbott.blogspot.com untuk membaca postingan terbaru ttg Tag ini.
Saya pilih Bapak sbg VVIP karena Bapak merupakan salah satu Menteri yang benar-benar merakyat, artinya mau memberi tanggapan secara terbuka kepada setiap Pemberi komentar di Blog Bapak. Saya sangat salut karena tidak setiap Menteri melakukan hal seperti ini. Bapak benar-benar telah merendahkan diri. Buktinya? Komentar saya selalu dijawab oleh Bapak.
Sekali lagi terima kasih!
Salam dari USA!