Yusuf Asy’ari

social justice for all

January 14th, 2008

TAHUN BARU 1429 H

Menjelang tahun baru Islam 1429 Hijriyah, saya mendapat kado istimewa, yaitu kunjungan para murid Taman Kanak-Kanak Al Azhar pada hari Rabu pagi didampingi para ibu gurunya. Al Azhar memang bertetangga dengan Kemenpera dikawasan Kebayoran Baru. Mereka ternyata tidak hanya berkunjung kepada saya, tetapi semua murid dibagi kesemua kedeputian Kementrian Negara Perumahan Rakyat. Meriah sekali suasana saat itu. Sekitar sepuluh anak masuk keruang kerja Menteri Perumahan Rakyat. Mereka menghadiahi berbagai lukisan – tentu lukisan anak-anak – dan juga kipas dan ballpoint. Sungguh mengharukan.
Mereka bertanya macam-macam, dari luasnya kantor Menpera sampai pertanyaan berapa umur saya. Juga ditanyakan apakah saya punya kolam renang dirumah ( wah, nuwun sewu “tidak punya”, yang saya punya kolam kecil untuk ikan ). Mereka juga tanya apa mobil saya. Diantara celoteh mereka, yang paling mengharukan adalah maksud mereka datang untuk mengucapkan “Selamat Tahun Baru Islam”. ( semoga semangat ber-Islam terbawa sampai mereka tua , husnul khotimah)
Karena itu, pada saat ini sayapun ingin mengucapkan “Selamat Tahun Baru 1429 H” kepada teman-teman blogger yang beragama Islam, semoga tahun-tahun mendatang kita, bangsa dan Negara akan lebih mendapatkan berkah kehidupan yang lebih baik. Amin ya Robbal ‘Alamin.

January 14th, 2008

BUAT PENCINTA BRONGKOS

Barangkali ada yang belum tahu apa itu “brongkos”. Brongkos adalah semacam lauk yang dimasak dengan kuah, biasanya terdiri dari daging, telur burung puyuh, tahu, krecek dan kacang tholo, disertai bumbu kluwak, sehingga warnanya hitam, seperti masakan rawon Jawa Timur atau semur Betawi. Brongkos disertai pula cabe utuh, sehingga penikmat dapat menyesuaikan kadar kepedasan yang diinginkannya.
Untuk teman-teman blogger yang berkunjung ke Yogyakarta, terutama mereka para “alumni” Yogya, sekarang dapat merasakan brongkos di restoran yang tidak begitu besar, arahnya dari Bioskop Permata keutara, kira-kira seratusan meter ada disebelah kanan jalan. Tentu restoran ini tidak hanya jual brongkos tapi juga masakan lain yang khas Jawa. Khusus teman-teman anggota REI saya kasih tahu bahwa yang uka restoran ini adalah putra Pak Henny (ketua REI DIY). Nah, kalau ke Yogya, sempatkan mampir menikmati “brongkos” Yogya.

January 14th, 2008

Pantun Mutasi

24 Des 2007. Persiapan mutasi setelah rapat TPA

Jujur dan rendah hati adalah akhlaq mulia
Sangat dibutuhkan oleh pamong praja
Jadi birokrat kita sudah berprasetia
Sanggup ditempatkan dimana saja

Bunga maja tidak harum baunya
Buahnyapun pahit rasanya
Mutasi adalah hal yang biasa
Harus diterima dengan sukarela

Bila kita sering berbuat salah
Pantas bila merasa susah
Dimutasi kita sering merasa resah
Siapa tahu ditempat baru semakin berkah

Dari Semarang kita ke Solotigo
Diteruskan sampai Wonosobo
Banyak dari kita yang “rumangsa bisa”
Akan lebih baik bila, “bisa rumangsa”

Suatu benda meskipun kuno
Yang penting masih berfungsi dengan benar
Kita ucapkan terima kasih untuk Pak Nur Sutrisno
Dan selamat bertugas untuk Pak Iskandar

Kalau kita memancing disawah
Jangan harap dapat ikan patin
Kalau ada ucapan yang salah
Mohon maaf lahir dan batin

January 14th, 2008

Pantun Rekreasi

Tgl. 22 Des 2007. Rekreasi di Pulau Bintan
(Bersama Pak Kodradi, Sri Sultan HB X, Rahmat Witular, Z. Muarif dan Suharsojo)

Ada jenis manusia bernama seniman
Dia adalah raja disetiap panggung
BTN memang bank perumahan
Macam mana pula mau digabung-gabung

Ke Solo makan gudheg ceker
Kalau kurang bisa nambah lagi
BTN memang jagonya KPR
Kuasai 95% lebih, KPR-Bersubsidi

Makan dihotel selalu ada abalone
Kalau kurang pedas bisa ditambah merica
BTN memang harus stand alone
Tuan dan Puan di BI, semuanya suka

Anak kodok namanya precil
Hidup bergerombol ditepian kali
KPR-Bersubsidi memang untuk rakyat kecil
Tak banyak bank-bank besar yang sudi

Berjalan-jalan dipantai Senggigi
Meski capek tapi enak rasanya
Dirut BTN itu Pak Kodradi
Iqbal Latanro itu penggantinya

Pagi hari ingin sarapan ketan
Sayang dimasak belum terlalu matang
Hari gini kita datang dipulau Bintan
Menunggu gubernur yang tak kunjung datang

Naik mobil jangan terlalu laju
Hindarkan potensi tabrakan beruntun
Kepulauan Riau memang negeri Melayu
Pemimpinnya santun pandai pula berpantun

Enak benar sarapan ketupat
Meski hanya dengan lauk seadanya
Untung benar Kepri punya pulau Penyengat
Sayang jalan dan tanaman kurang terpelihara

Makan malam enak pakai ketupat
Dimakannya dengan penuh semangat
Kita piknik kepulau Penyengat
Pulang-pulang para ibu bermuka pucat *)

*) Bermuka pucat karena takut, gelombang sangat besar
dan perahu yang dinaiki cukup kecil

Kalau kita perlu lama disawah
Jangan lupa bawa cukup makanan
Kalau Pemda ingin rakyat cukup rumah
Jangan enggan bikin Dinas Perumahan

January 14th, 2008

Pantun yang belum dibacakan

Tanggal 13 Desember 2007, Penutupan Munas REI (Belum dibacakan)

Lari pagi kita berkeringat,
Sampai napas kita memburu
Kita dukung dengan penuh semangat
Kepemimpinan Ketua Umum yang baru

Kalau kita ikut pemilihan umum
Harus siap menang ataupun kalah
Kalau kita sukses memilih Ketua Umum
Harus sukses pula percepatan pembangunan rumah

Jauh kepasar hanya beli teri
Dibuat lauk untuk makan bubur
Elok benar organisasi REI
Meski bersaing ketat hati tetap akur

Buah pisang bagus dibuat selai
Sangat enak dimakan dimakan dengan talas
Meski sekarang belum ada rusunami yang selesai
Tetap kita kejar seribu tower ditahun dua ribu sebelas

Kalau lapar bolehlah kita makan mi
Terus minum agar tidak haus
Meski sekarang jamannya rusunami
Jangan lupakan program RSH landed house

Berlayar biduk ditengah telaga
Berlayar kapal api dilautan
Selesai acara munas REI di Jakarta
Kita tunggu acara ulang tahun di Medan *)

*) Direncanakan Bulan Maret 2008

January 14th, 2008

Kumpulan Pantun 2

Tanggal 9 Desember 2007 HUT KPR-BTN di Semarang.

Soto ayam sotonya encer
Jangan dimakan campur ketan
Ayo kawan kita gunakan KPR
Kalau tak mampu beli rumah kontan

Ke Solo jajan gudeg ceker
Rasanya enak harganya murah
Karena BTN memelopori KPR
Rakyatpun mudah membeli rumah

Tanggal 11 Desember 2007 Pembukaan Munas REI di Jakarta.

Kalau alami turbulence janganlah panik
Berdoa kepada Alloh, itulah afdhol
Munas Rei bukanlah piknik
Jangan buru-buru pergi ke Ancol

Tahun empat lima adalah tahun genting
Belanda menyerang kita bertahan
Memilih ketua memang penting
Tapi yang lain jangan dilupakan

Tanggal 13 Desember 2007. Pembukaan Lokakarya MP3I *) di Balikpapan.
*) MP3I adalah Masyarakat Peduli Perumahan dan Pemukiman Indonesia, diketuai oleh DR. Aca Suganda

Pohon sagu ditepi kali
Kali mengalir ke tepi pantai
Kita tunggu peran MP3I
Biar kelembagaan cepat selesai

Bila siang mandi dikali
Terik mentari bikin kita gerah
Tidak salah berharap pada MP3I
Bantu selesaikan pembangunan rumah

Kalau kita ingin panen harus rajin kesawah
Untuk pelihara kita punya tanaman
Kalau Pemda ingin rakyat cukup rumah
Jangan enggan bikin Dinas Perumahan

Tanggal 18 Desember 2007. Munas LIRA di Medan.

Kalau ingin berburu rubah
Tak perlu membawa anjing penjaga
Menjelang dua ribu sembilan hati-hatilah LIRA melangkah
Berbuat maksimal untuk nusa dan bangsa

Musim padi banyak burung gelatik
Bikin gemas petani mengusirnya
LIRA memang bagaikan gadis cantik
Semua kontestan bernafsu meminangnya

Kehutan kita berburu celeng
Jangan dimakan karena jelas haramnya
LIRA memang lembaga think-tank
Dipimpin Yusuf, semoga besar berkahnya *)
*) Namanya Yusuf Rizal

Menjelang tidur dengarkan dongeng kancil
Yang bisa menipu binatang-binatang raksasa
Presiden LIRA memang orangnya kecil
Tapi punya potensi luar biasa.