<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.2" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Local Wisdom</title>
	<link>http://www.yusufasyari.com/2007/11/26/local-wisdom/</link>
	<description>social justice for all</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 01:01:19 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.2</generator>
		<item>
		<title>By: irene mutiara</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2007/11/26/local-wisdom/#comment-43268</link>
		<dc:creator>irene mutiara</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 12:37:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2007/11/26/local-wisdom/#comment-43268</guid>
		<description>pak, sebenarnya saya masi kurang jelas dengan pengertian kearifan lokal dan kearifan global serta apakah ada kaitan antara kedua hal tersebut dalam membuat peraturan perundangan di pemerintahan Indonesia sekarang ini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak, sebenarnya saya masi kurang jelas dengan pengertian kearifan lokal dan kearifan global serta apakah ada kaitan antara kedua hal tersebut dalam membuat peraturan perundangan di pemerintahan Indonesia sekarang ini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Eko S</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2007/11/26/local-wisdom/#comment-35645</link>
		<dc:creator>Eko S</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 04:05:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2007/11/26/local-wisdom/#comment-35645</guid>
		<description>rasanya amat sulit dg kondisi yg serba mengGLOBAL, mempertahankan kebijakan lokal,,,,, kita bisa lihat trend pembangunan perumahan yg dilakukan o pengembang banyk bernuasa dg model dunia (lihat gaya claster), tp kt nga perlu pesimis deh... pemerintah pusat perlu mendorong trus dg nga bosan-2nya untuk menerapkan regulasi disetiap peluang pembangunan agar tdk menyimpang. Dan yg lebih penting lagi untuk pengembang jangan suka mencari CELA dari peraturan-ketentuan yg tlah dituangkan dalam UU, KEPRES, PERMEN, PERDA.... Soalnya kalau sering mencari CELA,,,, lama-lama bisa CELA-KA luh.... begitukan pa''</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>rasanya amat sulit dg kondisi yg serba mengGLOBAL, mempertahankan kebijakan lokal,,,,, kita bisa lihat trend pembangunan perumahan yg dilakukan o pengembang banyk bernuasa dg model dunia (lihat gaya claster), tp kt nga perlu pesimis deh&#8230; pemerintah pusat perlu mendorong trus dg nga bosan-2nya untuk menerapkan regulasi disetiap peluang pembangunan agar tdk menyimpang. Dan yg lebih penting lagi untuk pengembang jangan suka mencari CELA dari peraturan-ketentuan yg tlah dituangkan dalam UU, KEPRES, PERMEN, PERDA&#8230;. Soalnya kalau sering mencari CELA,,,, lama-lama bisa CELA-KA luh&#8230;. begitukan pa&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: herwin nur</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2007/11/26/local-wisdom/#comment-24369</link>
		<dc:creator>herwin nur</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 02:43:02 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2007/11/26/local-wisdom/#comment-24369</guid>
		<description>lokal vs global
 
Sumber kearifan lokal akan mempengaruhi perjalanan hidupnya. Bahasa lokal pun bisa pubah. Tatkala Sunan Kalijaga yang menghasilkan tradisi Sekatenan, menunjukkan bahwa intervensi bisa liwat budaya lokal yang penuh kearifan. Budaya global yang aktraktif, penuh pesona dan menyangkut gaya hidup akan mudah dicerna olah bangsa timur. Atau sebaliknya, budaya kita tak mampu membetengi diri terhadap infiltrasi budaya asing. 
Muatan lokal dalam mewujudkan rumah tinggal / rumah tangga harus dijabarkan secara historis, untuk didapatkan berbagai model. Adaptasi dengan kearifan global pun harus diperhitungkan sebagai manfaat yang tidak menyesatkan, atau bertolak belakang dengan kearifan lokal (hn).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lokal vs global</p>
<p>Sumber kearifan lokal akan mempengaruhi perjalanan hidupnya. Bahasa lokal pun bisa pubah. Tatkala Sunan Kalijaga yang menghasilkan tradisi Sekatenan, menunjukkan bahwa intervensi bisa liwat budaya lokal yang penuh kearifan. Budaya global yang aktraktif, penuh pesona dan menyangkut gaya hidup akan mudah dicerna olah bangsa timur. Atau sebaliknya, budaya kita tak mampu membetengi diri terhadap infiltrasi budaya asing.<br />
Muatan lokal dalam mewujudkan rumah tinggal / rumah tangga harus dijabarkan secara historis, untuk didapatkan berbagai model. Adaptasi dengan kearifan global pun harus diperhitungkan sebagai manfaat yang tidak menyesatkan, atau bertolak belakang dengan kearifan lokal (hn).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arifaji</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2007/11/26/local-wisdom/#comment-24225</link>
		<dc:creator>arifaji</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2007 07:23:07 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2007/11/26/local-wisdom/#comment-24225</guid>
		<description>wah bagus banget pak.....
btw. untuk jawa timur gimana pak yah....
trimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah bagus banget pak&#8230;..<br />
btw. untuk jawa timur gimana pak yah&#8230;.<br />
trimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mas_Baron (lagih)</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2007/11/26/local-wisdom/#comment-24171</link>
		<dc:creator>Mas_Baron (lagih)</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2007 13:59:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2007/11/26/local-wisdom/#comment-24171</guid>
		<description>Helo pak ktemu lg nih di frekuensi yg sama.

kmarin ke bali sempat mampir ke warung pedes ndak pak ?? lumayan enak tapi masih kalah dengan bakmi kadin.
Komentar ttg jurnal bapak ; saya selaku pengembang di bali,sangat setuju dan berharap sekali agar permasalahan tsb dpt segera dicarikan solusi.mengingat ketersediaan lahan yang semakin sempit sementara backlog tahun-tahun mendatang akan semakin bertambah. mengingat sektor pariwisata di bali sudah mulai pulih.
Ok Pak Bravo ..!!Lain kali kalo mampir ke bali saya antar ke warung nasi pedes ya pak !!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Helo pak ktemu lg nih di frekuensi yg sama.</p>
<p>kmarin ke bali sempat mampir ke warung pedes ndak pak ?? lumayan enak tapi masih kalah dengan bakmi kadin.<br />
Komentar ttg jurnal bapak ; saya selaku pengembang di bali,sangat setuju dan berharap sekali agar permasalahan tsb dpt segera dicarikan solusi.mengingat ketersediaan lahan yang semakin sempit sementara backlog tahun-tahun mendatang akan semakin bertambah. mengingat sektor pariwisata di bali sudah mulai pulih.<br />
Ok Pak Bravo ..!!Lain kali kalo mampir ke bali saya antar ke warung nasi pedes ya pak !!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
