Entah mengapa saya merasa pantun itu amat komunikatif. jadi setelah mendapat julukan menteri blogger, sekarang ditambah lagi menteri pantun. Saya ingn menunjukkan betapa pantun itu komunikatif.
Saat memberikan sambutan pada persemian pembangunan 100.000 unit rumah sederhana sehat di kawasan Jonggol oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 1 November lalu, saya mohon ijin Presiden untuk menutupnya dengan pantun juga.
Burung Cenderawasih di Papua, Terima kasih dan Sampai Jumpa
Ayo Bung !!!
Yogyakarta kota budaya
Ayo Bung rebut kembali
Wakil rakyat pangkal kaya
Cidera janji uang kembali
Berrakit-rakit ke hulu
Berrenang-renang ke tepian
Mulanya sedikit tahu sama tahu
Belum kenyang sudah ketahuan
Dasar orok tukang ngompol
Menjadi murid kencing berlari
Dasar wakil rakyat suruhan parpol
Keenakkan duduk lupa berdiri
Mengajar murid pakai metode
Agar tepat pakai logika akal
Menjadi wakil rakyat cuma satu periode
Belum bisa bayar hutang kembali modal
Siapa rajin ke sekolah
Malu bertanya sesat di jalan
Walau rakyat hidup susah
Yang penting besar pendapatan
Hiduk tidak mati tak berani
Tari perut senggol-senggolan
Dengar pendapat abaikan hati nurani
Kenyang perut tujuh turunan
Katak mimpi jadi lembu
Ayam jantan berkokok dikira fajar
Watak sejak dalam kandungan ibu
Diolok-olok unjuk rasa dikira wajar
Jakarta ibukota negara
Pelabuhan laut Tanjung Priok
Kalau sudah duduk lupa perkara
Sanksi komisi tak bikin kapok
Balonku ada lima
Siapa rajin pasti dapat
Daripada antri caleg lama
Lebih baik modal mulut baku debat
Ayam hitam bertelur putih
Ayam jantan kaki bertaji
Ketika rakyat menagih
Ketika kampanye tebar janji
Ringan sama-sama dijinjing
Berat sama-sama diangkat
Katanya studi banding
Memang musyawarah untuk mufakat
——————————-
Makan ketupat di hari raya
Jangan lupa opor ayamnya
Jadi menteri kudu berkarya
Agar sejahtera sluruh rakyatnya..
Lanjut pak menteri..
jalan jalan ke bekasi
banyak lahan beralih fungsi
jadi menteri kudu berani
untuk membangun efisinesi birokrasi
agar tetap disegani dan dapat melayani negeri ini
guna tercipta kawasan kumuh menjadi bersemi
sehingga menjadi negeri yang mumpuni
saluutttttt untuk unjuk pantunnya Ba… pak
waduh sayangnya saya nggak bisa bikin pantun *hiks*
tapi pantun memang komunikatif, pesan2 yg diungkapkan lewat pantun, biasanya lebih mengena dan menimbulkan kesan yang tidak biasa *setidaknya buat saya*
wadouw,saya ndak isa maen pantun neh,,mmm apa ya..
“disini gunung disana gunung..
ih gak nyambung…”
hehe
Pergi ke bali buka seminar,
ajak bikin rumah buat kaum kecil.
pak menteri udah berbinar - binar,
malah penguasa disini bikin gokil.
(alias ga ada yg datang)…
( hehe biar pantunnya katrok tp hasil sendiri lho pak)
salam perkenalan
ikut baca tapi belum bisa ber-pantun
Selamat Pak Menteri dengan julukan barunya.
Pantun harus kita budayakan, sebelum di hak patenkan Malaysia.
Semoga sukses
wah pak,,,
salute buat bapak yangudah mau share pengalaman lewat blog
saya heran kok bisa ya,,,
(ditengah kesibukan yang bejibun),, subhanallah,, semoga ini bisa jadi jembatan bagi kami dalam memahami kebijakan yang dikeluarkan dikementrian bapak.
Yth. Pak Menteri
Kendala-Kendala Pembangunan perumahan di daerah khusunya diluar jawa yang belum dicermati oleh pak Menteri adalah penyediaan listrik, bagaimana rumah bisa layak huni kalau tidak ada listriknya?? dan satu-satunya yang diharapkan oleh pengembang adalah PLN. Banyak BTN/perumahan yang dibangun developer belum mendapatkan listrik dari PLN, walaupun sudah bermohon ke PLN. Disisi lain PLN belum dapat memenuhi karena keterbatasan daya dan terjadi pemadaman bergilir, hal ini umumnya terjadi di luar jawa, sedangkan rumah-rumah yang dibangun oleh developer sangat cepat dan cukup banyak, sehingga sampai saat ini ada perumahan yang sudah selesai dan ditempati oleh pemiliknya belum mendapatkan listrik bahkan ada yang sudah 5 tahun menunggu aliran listrik. Hal ini sangat mempengaruhi percepatan pembangunan rumah sehat sederhana yang layak huni. Contoh kongkrit adalah kasiba Baruga Kendari yang Bapak resmikan pada tanggal 12 Desember 2007 lalu, sampai saat ini belum ada listrik dari PLN, dan belum ada kepastian dari PLN karena PLN di Kendari masih pemadaman bergilir.
Belum lagi penyediaan infrastruktur jaringan distribusi listrik untuk mencatu ke komplek Perumahan, pihak PLN selelu menjawab tidak tersedia anggaran investasi pembangunan jaringan distribusi listrik. Hal ini kita maklumi karena PLN ditekan untuk menghemat pemakaian BBM dan sejak tahun 2004 belum pernah naik tarif, sedangkan BBM yang dipasok ke PLN BBM non Subsidi dan subsidi ke PLN hanya diberikan untuk pelanggan PLN gololngan Rumah tangga, tidak ada subsidi untuk calon pelanggan perumahan.
Kesimpulannya pembangunan dan program kerja departemen di Kabinet Indonesia bersatu belum terkoordinasikan dengan baik dan terkesan berjalan sendiri-sendiri, padahal Presiden dan wakil presiden kita mantan menteri koordinator.
Mohon pak Menteri diperhatikan hal ini, kami penghuni Perumahan sudah 5 Tahun merindukan Listrik.
Salam kenal, Pak Menteri. Anda adalah Menteri yang kedua setelah Menhan Juwono Sudarsono yang bisa saya hubungi via blog. Menteri yang lain gimana ya? Trims. Salam.
Pak Yusuf belajar pantun dari Ust. Tifatul Sembiring apa Ust. Tifatul Sembiring yang belajar ke Pak Yusuf ??? ^_^
klo saya mau kursus Pantun ke Pak Yusuf, bayar kursusnya berapa Pak ?? ^_^
SELAMAT BERPANTUN RIA…