June 5, 2007: Pernyataan Salah alamat.
Terima kasih kepada sdr. Fanya Ardianto dan Odie Krisno yang sudah merespon topic salah alamat. Memang insyaAllah kita tidak mandeg, meskipun jujur ngomong jalannya belum secepat yang kita harapkan. Terkait dengan pengalaman pahit sdr. Ode Krisno,kita pun bisa merasakannya andaikata hal itu terjadi kepada diri kita. Memang masalahnya sekarang ini banyak konsumen perumahan yang mau “membeli gambar”. Artinya dia sudah komit membeli meskipun barang yang akan dibelinya belum ada. Risikonya, bila kita berhadapan dengan penjual yang tidak kredibel, maka banyak hal yang kemudian menjadi sengeketa atau setidak-tidaknya diluar harapan semula. Benar himbauan kepada REI, ini kiranya masuk REI DKI atau REI Jawa Barat) agar anggotanya (kalau dia anggota REI) berusaha dengan jujur. Saya juga menghimbau kepada pemda setempat yang memberikan ijin pembangungan agar juga memperhatikan pengawasan pada pelaksanaan ijin yang diberikannya. Kasihan kan kalau seperti cerita itu?

June 11, 2007: Tidak ada rasa sakit.
Untuk sdr.Yusuf (Eh,kita sama nama ya? Memang nama Yusuf itu keren!). Benar kita sering melihat dibanyak tempat orang tidak merasa kalau dia “sakit”. Kita kan sering dengar komentar teman, dia sakit ya? Ngomong seenak perutnya sendiri! Saya yakin yang diomongin tida sadar bahwa dia “sakit”. Terkait dengan topik, saya juga setuju kalau kita perlu tega bila untuk kebaikan.
Untuk Sdr.Slamet Riyadi.
Komentar anda benar seribu persen! Saya Setuju!
Untuk Mas Adis.
Masak ada manusia diciptakan tanpa rasa malu. Kan (maaf) ke….nya tidak ada! Jadi, pasti ada urat malunya. Hanya mungkin banyak yang sudah putus, sehingga menjadi tidak kenal malu. Mudah-mudahan kita bukan tergolong yang demikian.
Untuk rd.Limosin
Masa begitu padak Raden! Emangnya kalau Menteri harus disingkiri! Jangan diskrimatif doong!! Kalau bisa ngobrol banyak kan asik.
Untuk sdr.Fanya Ardianto.
Saya setuju dengan pendapat anda. Kita perlu bersyukur atas segala karunia Allah.
Untuk sdr.Agung Subyantoro.
Bangga dan sakit keduanya adalah manusiawi. Apalagi kalau yang terkena sakit diri kita, rasanya diseluruh dunia diri kitalah yang paling sakit. Tugas kita adalah meneruskan yang bagus-bagus dan melurusakan yang masih belum bagus, asal standarnya jelas dan objektif.

June 26, 2007: Menikmati Pekerjaan
Untuk sdr.Agam.
Sola makan malam tanpa nasi, apakah mitos atau bukan, rasanya harus dijawab oleh para ahli Gizi dan kesehatan. Mari kita sama-sama tunggu komentar mereka.
Untuk Herwin Nur.
Barangkali kemenpera juga perlu disurvey, adakah budaya kerja disana. Kalau saya yang ngomong, kalian kan bisa komentar, yaa pantes saja, anda yang ngomong!