PBB (maksud saya Perserikatan Bangsa-Bangsa) menetapkan setiap Senin pertama dibulan Oktober ditetapkan sebagai Hari Habitat Internasional. Tahun ini hari habitat jatuh pada tanggal 1 Oktober 2007. Pusat peringatan Hari Habitat Dunia ada di Den Haag (Bid) dan Monterey (Mexico). Di Indonesia peringatan dipusatkan di kota Surakarta alias Solo. Ini merupakan kerjasama antara Departemen PU, Kemenpera dan Pemda Kota Surakarta. Acara peringatan disertai dengan beberapa kegiatan, antara lain: Peresmian Rusunawa yang dibangun Ditjen Ciptakarya yang berlokasi di Solo, Yogya, Siieman, Cilacap dan Semarang. Juga diresmikannya upaya perbaikan rumah belum layak huni menjadi layak huni sebanyak 44 rumah (ini baru permulaan dari 225 yang diprogramkan pak Djokowi – Walkot Solo). Tahun depan diprogramkan 1000 rumah. Kota Surakarta memang mempunyai sekitar 6.600 rumah yang belum layak huni. Pada tahun 2010, Pak Wali berani memproklamasiiikan Solo bebas kawasan kumuh. Kota lain yang berani adalah Bontang dan Pekalongan. Semoga ada kota2 lain yang segera membuat program agar ditahun 2010 kotanya juga bebas atau free from slum area.: Program perbaikan rumah juga melibatkan UN Habitat dengan program SUF nya, yaitu Settlement Upgrading Facility. Program perbaikan rumah secara swadaya ini memang sisi lain dari pembangunan rumah baru oleh para pengembang. Program swadaya ini terpencar dan, dananya merupakan saweran (kumpulan) dari APBD dan masyarakat. Kadang-kadang juga melibatkan dana APBN. Daerah2 yang bagus perbaikan perumahan swadayanya antara lain: Kabupaten/Kota se propinsi Riau, Kabupaten Banjarnegara. Kota Bontang. Kabupaten Karanganyar dan Kota Pekalongan. Perumahan adalah sektor yang didesentralisasikan, sehigga ujung tombak pembangunan perumahan ada di Pemda setempat. Sayangnya sering pemda-pemda level kabupaten/kota sering belum punya dinas perumahan. Nomenklatur Perumahan rakyat sering tidak ada, sehingga pemrograman dan koordinasi menjadi sulit. Di Solo juga diberikan hadiah untuk lomba foto dan serah terima kunci untuk penghuni baru.