Ini masih cerita tentang Solo. Dihari Habitat Senin tanggal 1 Oktober yang lalu, diresmikan juga program city-walk, dimana trotoar jalan Slamet Riyadi yang masih lebar itu diresmikan sebagai arena jalan-jalan, dimana pohon - pohon masih lestari, dan dikanan kiri akan diisi dengan pedagang-pedagang makanan rakyat. Sungguh ini ide bagus meskipun tidak perlu orisinil. Tema hari habitat hari ini adalah A safe city is a just city. Kalau semua semua trotoar kota Solo nanti bisa di
revitalisasi seperti jalan slamet riyadi itu, maka tentu kota Solo akan semakin nyaman sebagai daerah wisata setidak - tidaknya wisata domestik. Kenyamanan
jalan - jalan ituakan terkait dengan faktor keamanan (dan tentu juga
Keadilan), jangan sampai nanti pedagang-pedagang dijalan-jalan kota Solo paka ilmu “Kepruk”. kelihatannya asing maka ditarik tarif mahal. Semoga Jakarta juga tidak kalah dengan kota Solo. Demikian pula kota-kota lain. Peresmian citywalk ini juga sekaligus dengan acara penghargaan kepada Bapak Gesang, seorang seniman musik dari Solo.

Sungai Barito penuh dengan margasatwa
Beranak berkembang bersama manusia
Kota Solo memang pusat budaya Jawa Sayang kethoprak-wayang hidupnya merana