Pemberantasan kemiskinan yang menjadi salah satu prioritas kerja bangsa ini Indonesia ternyata tidak dapat diselesaikan melalui intervensi parsial. Masyarakat miskin membutuhkan pekerjaan, pendidikan dan kesehatan. Bahkan Sebagian diantara yang termiskin membutuhkan transfer atau bantuan pendapatan secara langsung untuk bisa bertahan. Akses layanan pembiayaan kepada rumah tangga umumnya dirancang agar terjadi peningkatan pendapatan dan peningkatan kendali pada sumber keuangan selanjutnya akan membuka langkah peningkatan kesehatan, dan peningkatan pendidikan dan berbagai bidang lain. Artinya layanan pembiayaan diharapkan dapat mengurangi kemiskinan dan mendorong peningkatan penghidupan.

Pembiayaan mikro secara universal didefinisikan sebagai bentuk layanan pembiayaan seperti tabungan dan pinjaman, layanan pembayaran, transfer keuangan, dan asuransi untuk orang dan rumah tangga miskin. Umumnya kegiatan ini dikelola oleh tiga bentuk institusi yaitu institusi formal; seperti Bank Rakyat dan Koperasi; lembaga semi formal seperti LSM dan layanan informal seperti tukang kredit.

Secara nasional pertemuan ini diinisiasi sebagai apresiasi atas kinerja LKM selama ini dan harapan penguatan inisiatif serta potensi lembaga pembiayaan mikro sejak tahun 2006 untuk mendukung penyediaan rumah layak huni bagi seluruh keluarga Indonesia. …… deputi bidang pembiayaan dan deputi bidang perumahan swadaya……

Selanjutnya dilengkapi pula dengan lokakarya internasional untuk menjadi awal penguatan kerjasama internasional pengembangan LKM umumnya dan program pembangunan perumahan dan permukiman melalui LKM khususnya.

Kerjasama internasional di bidang perumahan dan permukiman didasarkan atas beberapa agenda antara lain agenda habitat dan MDGs, kami usulkan agar sinergi kerjasama ini difokuskan pada pencapaian tujuan pembangunan perumahan dan permukiman yang berupa perbaikan kualitas sosial – ekonomi – lingkungan perumahan dan permukiman terutama hunian dan tempat kerja MBR di perkotaan dan perdesaan. Jika Kalau dicermati lembaga internasional yang mendukung kiprah LKM dan pembangunan perumahan – permukiman selama ini, dapat kita bedakan atas lembaga yang berorientasi bisnis dan lembaga yang berorientasi karitas. Harapan kerjasama yang kami titipkan kepada anda dari kedua lembaga tersebut tentunya berbeda: Kompatibel

Kepada lembaga internasional yang berbasis bisnis seperti Bank ; kami ingin mendorong penguatan akses modal dan sinergi program sehingga LKM semakin kuat dan mampu mengakomodasikan aktivitas pembangunan perumahan dan permukiman didalam kegiatan usahanya. Yang sangat memerlukan instrumen keuangan. Dalam hal ini kami pesankan agar LKM memanfaatkan peluang yang ada dengan sangat seksama, karena setiap akses permodalan membawa risiko yang berbeda. Secara hati hati kita harus berhitung peluang yang ada serta membandingkannya dengan risiko yang harus ditanggung baik oleh LKM maupun anggota masyarakat yang akan dilayani.

Kepada lembaga internasional yang berbasis karitas dari negara tertentu atau multi lateral, kami ingin mendorong pendampingan teknis, stimulasi dan pertukaran pengalaman ditingkat global, sehingga LKM di Indonesia bisa berkembang dan siap untuk memberikan layanan kepada masyarakat dimasa depan dengan menggunakan seluruh potensi yang ada. Dalam hal ini kami mintakan agar LKM memanfaatkan peluang yang ada, meningkatkan kapasitas dan jejaring internasionalnya, serta pandai pandai memilih dan memahami pengalaman negara lain untuk kebaikan dan kesesuaian pelaksanaan bersama masyarakat Indonesia. Secara spesifik kami menitipkan kepada anda kita semua proses penghunian dan adaptasi sosial masyarakat serta pengembangan teknologi guna percepatan pembangunan perumahan – permukiman yang sering luput dari dorongan penunjangan sumber daya.

Umumnya masyarakat mengasosiasikan kiprah LKM dengan pembangunan perumahan swadaya, hari ini kami harapkan kepada anda kita semua kelompok nasional maupun para pendukung dari masyarakat internasional untuk mendiskusikan peluang kiprah LKM untuk pembangunan perumahan formal maupun penunjangan PSU perumahan – permukiman. Berbagai dukungan permukiman

Secara kuantitatif, LKM yang telah berkiprah dalam bidang perumahan dan permukiman secara nasional selama ini berjumlah sekitar 300 organisasi. Pertemuan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan, penguatan dan keberpihakan LKM lain dalam (memperjuangkan penghidupan masyarakat kecil) percepatan pembangunan perumahan – permukiman. Diharapkan pada akhir pelaksanaan RPJMN 2009 jumlah tersebut sudah meningkat menjadi 1000 LKM yang tersebar sesuai kebutuhan diseluruh Indonesia. Ikut secara aktif …LKM pilar penting tergabung dalam asosiasi seperti REI APERSI

Tentunya harapan tersebut tidak dapat dicapai hanya melalui pertemuan ini, berbagai rangkaian kegiatan tindak lanjut perlu diidentifikasi dan disepakati sebagai langkah bersama. Dalam hal ini kami atas nama Kementrian negara Perumahan Rakyat mendukung dan menawarkan diri menjadi fasilitator khususnya dalam aspek kebijakan, perintisan dan pendampingan teknis kepada para pemangku kepentingan termasuk memfasilitasi sinergi LKM dengan Pemerintah Daerah selaku penanggung jawab otonom yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat.

Rencana tindak lanjut tersebut kami harapkan dapat diwujudkan bersama dalam rencana tindak ditingkat nasional dan rencana tindak bersama masyarakat internasional. Dimana Indonesia siap ikut serta, dan pertemuan ini menjadi model ditingkat internasional, Salah satu elemen penting dari rencana tindak lanjut ini adalah sosialisasi kehadiran dan peran LKM kepada publik, sehingga masyarakat mudah memahami peluang dan potensi LKM serta nyaman mengakses dan memanfaatkan LKM untuk percepatan perbaikan dan pembangunan perumahannya. …… LKM semakin besar dari waktu ke waktu