Biar bagaimanapun kita memiliki daya tahan yang terbatas terhadap stress. Padahal hidup hari ini full of stress.Maka kadang-kadang kita harus pandai-pandai menyiasatinya, dengan mengatur pola hidup, berolah raga teratur dan makanan yang sehat. Kalau ada yang menanyakan kabar saya, saya jawab “Alhamdulillah, sehat. Ya sehatnya orang tua”. Antara lain saya menikmati saat diambil kegiatan sehari-hari saya di rumah oleh Metro TV untuk selingan wawancara saya pada acara Welcome to BCA. Saya manut saja waktu wartawannya menyuruh saya pura-pura sedang ngobrol dengan staf saya, mengetik di depan komputer di kamar kerja saya yang berantakan, atau melakukan fitness excercise, yang biasanya memang saya lakukan seminggu 3 kali, disamping berjalan kaki. Pada waktu taping di studio saya menikmati suara merdu penyanyi Joy Tobing.
Di Bandung sesudah acara sosialisasi pengembangan kawasan perumahan dan penandatanganan MOU dengan beberapa pemerintah daerah. Saya bersama rombongan berkunjung ke redaksi harian pikiran rakyat, koran utama di jawa barat yang oplagnya mencapai 400.000 eksemplar. Malamnya kami makan di restoran Sari Sunda, jalan Soekarno Hatta, dengan menu favorit gurame goreng yang seolah-olah sedang terbang. Saya makan tanpa nasi. Menurut seorang staf saya, untuk makan malam memang sebaiknya menghindari nasi, karena memperberat kerja empedu. Sayang waktu saya tanya dia lupa, apa kaitan nasi dengan empedu.
Ternyata ada sedikit skenario dibalik wawancara, baru tau aku
Koq bisa ya? baru tau aku. Tapi jangan2 itu cuma mitos.
ngomong2 ttg nasi, kmaren baru baca artikel ttg nasi di sini:
http://www.latqueire.info/blog/?p=98
lucu bgt…!
KERJA KHUSYU’ ITU INDAH DAN NIKMAT
Kerja bisa masuk kategori ibadah. Kita kerja bukan sekedar menggugurkan kewajiban. Seperti halnya seorang PNS, ada tidak ada pekerjaan, di saat jam kerja harus ada di tempat. Terkadang duduk di kantor bak duduk di kursi panas. Terlebih yang biasa kerja berdasarkan disposisi atau order harian. Kalau pekerjaan bisa dikerjakan besok, kenapa harus dihabiskan hari ini. Esok masih ada dan selalu ada pekerjaan. Kerja sebagai kebutuhan, itu baru kerja. Saat kerja kita merasakan bahwa kita sedang kerja. Prinsip bahwa datangnya pekerjaan : 15% berdasarkan disposisi dan sisanya (85%) berdasarkan inisiatif kita, ini baru nikmat. Ada yang pilih kerja, mungkin karena jam terbangya cukup menjanjikan untuk promosi.
Menutur riwayat kerja, ada PNS yang tak pernah kerja. Ybs datang pagi sebelum juru kunci membukakan pintu, sambil membawa pekerjaan dan meneruskan kerja di kantor. Senja baru pulang sambil menenteng pekerjaan untuk dilanjutkan di rumah. Terjadi sebelum era Reformasi. Pasca Reformasi, kerja adalah sesuatu yang jelas. PNS datang karena sesuai “kontrak” gaji. Kalau ada kerja tambahan atau ekstra mereka berharap ada imbalan. Jadi, adakah budaya kerja di lingkungan Kemenpera ?
Ass, Pak Menteri… gimana donk Pak, RUSUNAWA buat mahasiswa UNG GORONTALO ? udah dilolosin blum Pak ? Wass.
Pak menteri, saya pegawai swasta di jakarta masih ngontrak, saya ingin memiliki rumah susun sederhana, mhn minta no telp developernya dan bagai mana cara untuk memiliki rusunami, terima kasih