Saya pernah nonton salah satu episode Oprah Show di Metro TV. Di episode itu ada kisah seorang anak yang berusia 8 tahun, tuna netra, tanpa gigi namun tampil riang. Ternyata anak itu mengidap sindrom tanpa rasa sakit, dimana si anak perempuan itu ternyata lahir tidak memiliki rasa sakit. Sindrom ini adalah kasus 1 diantara sejuta manusia.
Orang tua tidak bisa meleng sedikitpun dari perhatiannya kepada sang anak. Karena meleng sekejap sang anak akan melakukan hal-hal yang luar biasa, seperti menggigit-gigit tangannya hingga ke tulang,membentur-benturkan kepalanya ke tembok, atau mencolok kedua belah matanya sendiri, semuanya tanpa ia merasa kesakitan.
Sang ibu antara tega dan tidak tega, setelah kedua belah mata anaknya tidak bisa melihat, terpaksa mencabuti semua gigi sang anak.
Pernahkah kita membayangkankan mengalami sindrom tanpa rasa sakit seperti anak itu. Kesimpulan cepatnya, kita tidak ingin mengalami situasi serupa. Sehingga sesungguhnya rasa sakit itu berguna untuk mengerem perilaku tidak biasa sebagaimana dialami anak tersebut.
Kalau kita renungkan lebih dalam lagi, maka sebagaimana surat Ali ‘Imran (Q.S.3:191), saya kutipkan terjemahannya ” (yaitu)orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):”Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Bisa kita lihat dimana-mana orang yang tidak sadar kalau mereka sakit.
“Sang ibu antara tega dan tidak tega, setelah kedua belah mata anaknya tidak bisa melihat, terpaksa mencabuti semua gigi sang anak.”
Mungkin kita harus tega berbuat sesuatu agar kerusakan karena ketidak tahuan tidak bertambah parah.
ustad yusuf asy’ari
salam,
kepedihan yang dirasakan keluarga penderita syndrom tersebut bukan untuk diratapi. mari kita doakan bersama-sama semoga keluarga tersebut diberi Allah berupa kekuatan yang lebih dari ujian yang diterima. dan hikmah dari itu semua semoga sykur yang kita ucapkan lebih dan bertambah lebih dalam perbuatan ucapan dan tindakan.
wassalam,
slamet riyadi
021.70154457
Bagaimana kalau ada manusia diciptakan tanpa rasa malu(atau mungkin sudah ada,atau bahkan banyak?)?
Tanpa malu melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme.
Tugas kita semualah untuk memberi manusia itu rasa malu, terutama malu kepada yang di atas.
Betul Pak Menteri?
numpang lewat dulu Pak Mentri. Maklum baru tau klo ini blog mentri…
ak add d blogroll ak ah..
Memang Pak, klo mau dipikir2, ditimbang2, nggak ada sesuatupun di dunia ini yg diciptakan tanpa ada gunanya. Kebahagiaan, kesedihan, anugerah, kesengsaraan, semua pasti ada maksud dan tujuannya. Cuman kita para manusia saja yang kadang menilai sesuatu hanya berdasarkan ‘bungkus’nya saja. Melihat sebuah musibah hanya sbg kemalangan, melihat anugerah hanya sbg kesenangan. Ah, pokoknya klo mau dipikir sih, semua punya arti yg tdk sedangkal kelihatannya. Makanya sih, klo mau diitung, terlalu banyak hal yg patut kita syukuri, apapun kondisi kita.
@Mas Adis: masak ada sih mas manusia yg diciptakan tanpa malu? kayaknya sih bukan diciptakan tanpa rasa malu, tapi kehilangan malu hehe… *peace ah*
Sy masih merasa bangga sebagai ex Pelajar Islam Indonesia (PII) Magelang. Sekaligus sy masih merasa sakit jika melihat Consultant Procurement System di Kemenpera…
Assalamualaykum pak Yusuf.
benar pak, terlalu banyak yang harusnya kita sukuri, tapi karena terlalu banyak itu sering kali kita malas menyadarinya. astagfirullah. mudah-mudahan kita gak seperti itu.
saya doakan mudah-mudahan pak Yusuf tetap istiqomah dan khususnya mempermudah pengembang yang membangun rumah murah untuk rakyat yah pak.
Assalamualaikum Pak Yusuf..
Membaca tulisan Bapak membuat kita harus menyadari bahwa tidk ada ciptaan Allah yang sia-sia, termasuk rasa sakit pada fisik kita merupakan anugerah yang akan membawa kebaikan bagi manusia. Satu hal yang terkadang masih sulit diobati adalah rasa sakit dalam hati.. Rasa sakit ini bisa membawa depresi, dendam dan rasa tidak bersyukur.. Obat yang paling mujarab adalah untuk berupaya ikhlas dan tawakal bahwa apapun kejadian yang menyebabkan rasa sakit di hati terjadi atas izin Allah dan pasti ada hikmahnya, walaupun membutuhkan usaha yang keras dari kita. Trima kasih pak untuk berbagi kisah ini. Wasalam
wah pak menteri, tiap orang kasih komentar diberi komen balik dong, jadi dialognya ada, kalau tidak bisa memberi komen pada tiap postingan bapak sendiri, baiknya buat kategori baru untuk memberi komen secara umum dari tiap komen yang sudah ada.
kalo bapak korupsi tak sambangi kubur sampeyan….
Ass wr wb…
Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa aali muhammad..
‘jika kita menghitung nikmat Allah, niscaya kita tidak akan pernah sanggup untuk menghitungnya’
‘Rasa’ adalah adalah anugrah…Karena Fir’aun telah diberikan kekuatan sehingga dialah salah satu makhluk manusia yang tidak pernah merasakan sakit, lelah, mengantuk dll, tetapi dengan itu pula lah dia menjadi angkuh dan menganggap dirinya adalah Tuhan….
Wass….
Sdr. Moch Darmawan,
anda benar sekali. Saya setuju 1000%
Assalamu’alaikum
Pak Menteri Salam kenal,
Iya, sebgai manusia kita memang harus banyak bersyukur. Setiap orang diuji oleh Allah dengan ujiannya masing2. Sehingga setiap orang mempunyai ujian hidup yg unik. Tujuannya agar Kita tdk kufur nikmat krn begitu banyak nikmat yg telah Kita dptkan & bisa meraba penderitaan orang lain sbg ladang amal utk negeri akherat. Syukron
assalamu’alaikum…
Al-ustadz, saya membaca ‘Gulistan’ tentang pencegahan kelaliman. Alangkah baiknya kalo para umaro’ memberikan contoh yg baik bagi ‘biadab agar beradab’, karena yg terjadi saat ini adalah ‘beradab maka biadab’. Koruptor, Penimbun, Pemadat, Perampok…diberikan hukuman yg beradab, akibatnya saat ini makin biadab.
Al-mukarrom, sungguh suatu karunia, saya bisa menjalin silaturrohim lagi di blog ini. Semoga Alloh SWT memberikan rahmat terindahNya. Amin, Yaa Robb.
Saya nunggu diajak Pak Klemi lagi untuk sowan ke Pak Menteri. BarokAlloh.
wassalam.
ustadz….
tidak bisa membayangkan kalau yang berpenyakit itu adalah negeri ini……
Ass.wr.wb pak mentri.. Tega amat ibu itu mencabuti gigi anakny demi keselamatn anakny,lha pemerinth aja ga tega menghukum koruptor demi meringankn beban rakyatny…salam kenal ya pak.
assalamu’alaikum…
semakin kita menyadari akan hal nikmat Allah yg tak terhingga.
salam kenal pak Yusuf