Ada yang khas di Banjarnegara dan Purbalingga. Disini Bupati-bupati telah tekun menyalurkan KPR untuk pembangunan dan perbaikan rumah secara swadaya. Berbeda dengan perumahan formal yang ada di satu hamparan, rumah-rumah swadaya bisa berserakan diberbagai desa, sesuai dengan keluarga yang membutuhkan. Penda Kabupaten juga merangkul Baitul Mal wat Tamwil (BMT) untuk menyalurkan kredit mikro perumahan untuk pendirian dan perbaikan rumah sederhana.
Bupati Purbalingga melaporkan bahwa dalam lima tahun, dia bisa memperbaiki dan membangunkan rumah untuk rakyat miskinnya sebanyak 5.823 unit rumah. Itu berarti rata-rata satu tahun sekitar 1.600 unit. Luar biasa untuk ukuran perumahan swadaya.
Apabila seluruh kabupaten/kota di Indonesia mempunyai program yang sama dengan kabupaten Purbalingga, maka produksi rumah swadaya di Indonesia akan mencapai 440 X 1.600 unit = 704.000 unit. Bila ditambah dengan rumah bencana dan produksi rumah-rumah formal dari pengembang REI dan APERSI, maka angka satu juta setahun bukan mustahil.
Perumahan swadaya bukan monopoli kabupaten Banjarnegara dan Purbalingga saja, di Kota Pekalongan dan kabupaten Enrekang (Sulawesi) juga ada program swadaya. Barangkali ada juga di tempat-tempat lainnya.
Nah, mari saudara2 yang sedang mendapat amanah di pemerintahan daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, kita ramai2 menyusun program termasuk APBD nya untuk membangun dan memperbaiki rumah bagi rakyat miskin kita.
(Jakarta, 5 Mei 2007).
Pak Menteri,
Saya berasal dari kabupaten Purbalingga, tapi sekarang sudah menjadi “warga negara” Tangerang. Saya baru tahu bahwa Bupati Purbalingga menyalurkan KPR untuk pembangunan dan perbaikan rumah secara swadaya. Wah, ini sih bisa dijadikan contoh untuk kabupaten yang lain sehingga mereka tidak tergantung pada pemerintah pusat. Bukan begitu, pak?
GULIR vs GILIR
Lagu lawas yang masih didendangkan oleh aparat Kemenpera adalah bantuan langsung masyarakat (APBN) yang digulirkan. Alasannya cukup klasik dan meyakinkan, demi pemeratan, agar anggota kelompok - utawa yang biasa dibilang Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) – atau KSM lainnya bisa mendapatkan jatah rumah. Dogma plus paradigma ini memang tidak salah 100% dan tidak mengandung unsur benar 100%.
Rumah sebagai hak dasar manusia untuk bisa hidup berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dst. Sisi sebelahnya, rumah bisa jadi komoditas. Secara hakiki rumah adalah barang konsumtif. Masyarakat atau keluarga berpenghasilan tak sebanding dengan Upah Minimum Provinsi, kalau mendapat bantuan dana dengan catatan harus digulirkan mungkin kurang tepat. Uang bisa habis dipakai dan kurang untuk membangun rumah. Artinya, rumah bukan sebagai barang produktif. Walau bisa bahwa semua dimulai dari rumah. Rumah sebagai tempat usaha atau dengan rumah layak huni maka harkat, derajat, martabat penghuninya bisa naik peringkat.
Pak Menteri,
Dilema bergulir memang harus dipastikan atau ditegaskan manfaatnya. Kalau menimbulkan masalah, lebih baik ………
Bagus banget program ini, mudah-mudahan program ini berjalan dengan baik, dan yang penting, sampai pada sasarannya.
Pasti p.Tri beserta jajarannya bisa merealisasikan program ini dengan lancar.
Saya sebagai warga Pbg, senang dan bangga jika warga purbalingga mempunyai rumah yang layak tinggal.
Walau sekarang saya tinggal di Bogor, dan mjd warga Bogor,saya selalu mengikuti perkembangan Purbalingga tercinta.Salam tuk warga Purbalingga semua
Wah…bagus banget program itu, la..nyong sing wis dadi warga negara kalimantan selatan be esih kepengin bali maring Purbalingga. Angger pancen bener nyong kepengin banget ndaftar……pokoke si nyong ndonga terus ben Purbalingga semakin MAJU. ( ismono, KEDUGJATI - BUKATEJA )
saya sellu mengikuti perkembangan kota kami Purbalingga tercinta, saya merasa bangga sebagai warga pbg yang mana pbg sekarang sudah mengalami kemajuan yang lumayan bagus utk menuju masyarakat sejahtera apalagi dg adanya program Perumahan Swadaya itu akan membantu banget bg warga kita yang kurang mampu saya ucapkan selamat dan sukses utk Bpk Bupati dan jajaranya yang telah berjuang keras utk semua itu, semoga Pbg akan lebih maju
saya secara pribadi sangat mendukung adanya program perumahan swadaya. Pertanyaan saya, untuk di Kabupaten Karanganyar siapa saja POKJA program tersebut pak? siapa saja LKM/LKNB penyalur program tersebut dan berapa alokasinya masing-masing pak menteri? Bls
….Jika semua jajaran pemerintahan kita seperti bupati purbalingga maka masyarakat seluruh Indonesia yg hidup di bawah garis kemiskinan akan terwujud impian utk memiliki tempat hidup yg layak! Ayo kita dukung semua untuk ngeri tercinta.
Bagus banget programnya. saya warga Banjarnegara yang sedang merantau. Bisa nggak ikut program tersebut. Bagaimana ya caranya. Thx
eeemmmmmm…
menurut saya pemerintah tidak boleh bertindak semena_mena, walau perumahan yang kumuh akan di gusur tapi pemerintah harus memberikan tempat tinggal yang baru untuk mereka!!!!apa kata dunia kalau pemerintah otaknya seenak jidat!!!!walau saya masih kelas 2SMP tapi saya bisa membedakan yang mana yang benar dan yang mana yang salah!!!!!!
aduh cory tadi saya belum baca artikelnya!!!maap….
saya dukung yang terbaik untuk rakyat aj dweh!~