DRAMA RESHUFFLE KABINET, AKHIRNYA…….
Setelah berbulan-bulan dijejali wacana reshuffle kabinet. Pernyataan dan sanggahan silih berganti dimuat mass-media terutama di Jakarta. Sementara komentar para ”pakar”berseliweran yang kadang membingungkan pembacanya.

Konon wacana itu sempat mempengaruhi semangat kerja sebagian kementerian ataupun departemen, karena mengira menterinya bakal diganti. Lebih seru lagi kalau ada diantara mereka yang juga berminat menggantikan menterinya. Semua lobby dicoba, wacana digodog dan didiskusikan secara terbatas.

Situasi ini berakhir hari Ahad tanggal 6 Mei 2007, hari ini. Hampir seluruh menteri sudah dipanggil oleh Presiden, sehingga jelas siapa yang kena reshuffle dan siapa yang tidak. Wajar kalau ada yang gembira dan ada yang sedih. Masalahnya, waktu para menteri menandatangani kontrak politik diakhir tahun 2004 yang lalu, sudah jelas bahwa hak untuk mengganti ataupun mencopot jabatan itu ada pada presiden. Tapi, yaaah, namanya manusia,bisa saja jadi upa kontrak politiknya itu.

Presiden memutuskan bahwa Menteri Negara Perumahan Rakyat tak diganti. Setelah mengevaluasi Presiden menekankan bahwa program kementerian perumahan rakyat sudah on the right track, tinggal menambah kenceng implementasinya serta semakin kuat mengkoordinasikannya dengan para gubernur dan bupati /walikota,NGO atau LSM termasuk program rumah susun di kawasan perkotaan dengan dukungan investor swasta dan sektor perbankan
Semoga tidak ada yang merasa sedih ataupun duka ataupun mengurangi semangat kerja para staf Menpera.
(Jakarta, 6 Mei 2007).