Yusuf Asy’ari

social justice for all

April 18th, 2007

Diskusi Dengan Penghuni Rumah Susun

DISKUSI DENGAN APERSSI

Mungkin para blogger belum tahu bahwa ada organisasi para penghuni rumah susun dengan nama APERSSI singkatan dari Asosiasi PEnghuni Rumah Susun Seluruh Indonesia. Senin 16 April 2007 kemarin, dikantor Menteri Negara Perumahan Rakyat saya ketamuan Pengurus Pusat APERSSI, yang terdiri dari Ketua Umum Bapak Ibnu Tadji HN; Sekretaris Jenderal Bapak Aguswandi Tanjung; Ketua Bidang Operasional & Humas Ibu Ir.Diana C.Pondaaga MM.; dan Ketua Bidang Kelembagaan Bapak Hariadi Darmawan.
Hampir dua jam kami berdiskusi mengenai hunian rumah susun beserta segala problematikanya, termasuk masalah peraturan-peraturan yang sudah out of date atau setidak-tidaknya perlu revisi. Juga persoalan PPRS (Persatuan Penghuni Rumah Susun) agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kepada beliau-beliau saya sarankan agar APERSSI disebar luaskan keseluruh Indonesia, sehingga rencana pembangunan rusuna di sepuluh kawasan perkotaan dapat disambut dengan lebih hangat lagi oleh para stakeholdernya.
Para blogger yang kebetulan tinggal dirumah susun diseluruh Indonesia dan ingin mendirikan perwakilan APERSSI didaerah-daerah dapat menghubungi kantor APERSSI dengan alamat:
Apartemen Mangga Dua Court, West Tower 1503,
Jl.Mangga Dua Dalam,
Jakarta Pusat-10730,
Telepon 021-6129013, Fax. 021-6128659.
(Jakarta, 16 April 2007).

April 18th, 2007

Wisata Kuliner di Solo

WISATA KULINER DI SOLO

Solo memang pantas dijuluki kota yang tak pernah tidur. Bayangkan, jam 02.00 malam (pagi?) masih ada gudeg ceker yang baru buka. Di Keprabon, kita bisa mendapatkan nasi liwet. Menu lain di Solo adalah tengkleng, bagi yang suka kambing. Gudeg, sate, bakmi dan tongseng tentu sudah biasa. Kali ini yang ingin saya kemukakan adalah bebek goreng. Sekarang ini menu bebek goreng ada diseantero kota Solo. Salah satu yang terkenal adalah bebek gorengnya pak Slamet yang berpusat di Kartasura. Saya katakan berpusat, sebab di kota Solo kalau tidak salah di Jalan Bayangkara anaknya juga buka warung bebek goreng. Uniknya, kalau si ayah di Kartasura buka dari pagi sampai jam 13.00 (siang), sang anak buka dari siang sampai malam. Alangkah malangnya jadi bebek di Solo. Sayang wisata kuliner yang tidak mahal di Solo ini tidak disertai pertunjukan budaya yang memadai. Wayang Orang di Sriwedari sudah sedemikian mundur, begitu juga Sri Mulat yang pernah bermarkas di Solo. Barangkali wisata budaya di Solo akan semarak lagi kalau kota Solo-Baru sudah selesai dibangun.
Nah, anda yang sering ke Solo, selamat menikmati bebek goreng!

April 18th, 2007

MOU bukan Memorandum of Uncertainty

MOU DENGAN PERBAMIDA

Kamis tanggal 12 April 2007, diruang Prambanan Kantor Kementerian Negara Perumahan Rakyat telah dilakukan MOU, Memorandum of Understanding, (bukannya Memorandum of Uncertainty) antara Menteri Negara Perumahan Rakyat dengan Bapak Soehardjo, SE, MM, Ketua Umum PERBAMIDA (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Milik Pemerintah Daerah) se Indonesia.
Tujuan MOU ini adalah pelaksanaan program penerbitan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), Kredit Pembangunan/Perbaikan Rumah Swadaya (KPRS) Mikro Bersubsidi melalui Bank Perkreditan Rakyat milik Pemda diseluruh Indonesia. Saat ini, setelah konsolidasi, konon PERBAMIDA mempunyai anggota sebanyak sekitar 400 BPR. Kegiatan MOU ini akan diikuti dengan Seminar dan Rakernas III PERBAMIDA pada tanggal 19 April 2007 di Sanur, Bali. Akan menjadi pembicara dalam seminar tersebut Dr.Iskandar Saleh, Deputi Pembiayaan Kemenpera dan Dr.Haryono Suyono dari Yayasan Dana Mandiri.

|