Pada suatu kesempatan berdiskusi secara terbuka dengan media terkadang dari hati ke hati, pak Menteri kerap menyampaikan bahwa ideologinya sekarang adalah penyediaan papan untuk masyarakat menengah ke bawah. Sederhananya sebenarnya buat pak Menteri, siapa saja welcome untuk menjadi investor/developer di bidang perumahan untuk golongan tersebut. Dia memberikan empatinya kepada para komuter yang hidup di pinggiran Jakarta, waktunya habis di jalan karena jarak tempuh dan kemacetan yang dihadapinya. Sehingga kualitas komunikasi diantara sesama anggota keluarga bisa merosot.
Untuk mengkongkritkan programnya bahkan tidak segang-segang pak Menteri meminta kepada kepala daerah untuk bersinergi dalam mempermudah dan mempermurah perijinan. Saat peresmian pemancangan tiang pertama pembangunan 1000 tower rusuna di Pulogebang, Jakarta Timur, pak Menteri sempat memohon kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta supaya jalur busway ditambah hingga 2 km sehingga penghuni tower rusuna yang tengah dibangun itu dapat juga memanfaatkan fasilitas busway.
Perumahan untuk rakyat berarti murah dan tidak menguntungkan. Kalau bukan pemerintah atau NGO siapa yang mau? Yang saya lihat, perumahan murah itu pasti jauh atau akan berkembang menjadi wilayah padat dan kumuh…. Tak satu instansi pun mau ngurusin jalan, sampah dan sebagainya. Apa solusinya ya?
“pak Menteri meminta kepada kepala daerah untuk bersinergi dalam mempermudah dan mempermurah perijinan.”
ini yang perludirealisasikan segera pak, jadi developer bisa menghitung besaran biaya perijinan dan legalitas secara pasti.