Yusuf Asy’ari

social justice for all

April 14th, 2007

DEVELOPER PERUMAHAN UNTUK PEKERJA

DEVELOPER PERUMAHAN UNTUK PEKERJA

Selama ini jarang sekali ada hamparan perumahan yang relatif besar yang diperuntukkan bagi pekerja swasta. Tetapi di Kabupaten Bekasi, tepatnya didaerah Serang Baru, saat ini ada sekitar 3.100 unit RSH untuk para pekerja swasta yang siap untuk diresmikan. Mei tahun lalu, ditempat yang sama telah diresmikan 1.000 RSH, juga untuk pekerja swasta. Rumah-rumah sederhana ini dibangun oleh Haji Ali, yang konon merencanakan untuk membangun total 20.000 unit RSH diatas tanah sekitar 400 ha.. Rumah sebanyak lebih kurang 3.100 unit itu insya Alloh akan diresmikan pada bulan Mei 2007 ini, bersamaan dengan peletakan batu pertama pembangunan masjid di kompleks perumahan itu. Rasanya untuk rumah pekerja ini tak lepas dari peran Jamsostek, yang memberikan pinjaman uang muka bagi para pembeli rumah lewat KPR. Terima kasih Jamsostek, ayo kita tingkatkan kebersamaan membangun rumah sederhana untuk para pekerja ini. Bukan begitu pak Hotbonar Sinaga? Horas !!
(Jakarta, 11 April 2007)

April 14th, 2007

RUSUNA DAN BANJIR DI JAKARTA

RUSUNA DAN BANJIR DI JAKARTA

Saat Jakarta banjir, orang lalu ingat pentingnya rumah susun. Dalam beberapa talkshow di radio, saya selalu mendapatkan dukungan untuk membangun rusuna (rumah susun sederhana) di Jakarta; meskipun ada embel-embelnya, yaitu harganya terjangkau. Memang orang sering lupa atau sengaja melupakan bahwa salah satu tujuan pembangunan rusuna ini adalah bagaimana memukimkan kembali atau memindahakan hunian saudara-saudara kita yang ada di bantaran sungai ketempat lain yang lebih aman dari banjir, sehingga sungai juga bisa dinormalisir agar air lancar mengalir dari hulu kehilir. Ada suara yang berkomentar bahwa bagaimana para penghuni bantaran sungai bisa pindah kerusun bila harga rusun berbilang ratusan juta.

Teman ini mungkin tidak faham bahwa untuk saudara-saudara kita dari bantaran sungai, konsepnya bukan disuruh membeli; tetapi yang ada adalah menyewa. Konsepnya rusunawa bukannya rusunami. Kita juga sadar bahwa bila mereka disuruh membeli, mungkin mayoritas tidak atau belum mampu. Karena itu, kita pun juga selalu mencari akal, bagaimana caranya agar harga rusuna itu bisa dijangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu dikalangan teman-teman di kantor Perumahan Rakyat ada ide untuk membuat skema “sewa-beli”.

Untuk waktu tertentu, misalnya 5 tahun, mereka boleh menyewa, dimana dalam komponen sewa itu terkandung unsur tabungan untuk uang muka. Dalam 5 tahun, mereka sudah cukup menabung uang muka, lalu bisa teken akad kredit KPR ke bank, untuk selanjutnya mereka bisa mencicil dalam tempo misalnya 15 tahun. Akan tetapi untuk bisa melayani sewa beli ini, pemerintah harus bisa menyediakan anggaran untuk membeli lebih dulu rusuna itu, baru setelah 5 tahun uang akan kembali melalui KPR. Nah, uang alokasi anggaran inilah yang sekarang ini kita belum punya.
Doain dong, para blogger, agar Tuhan mengetuk hati para pengambil keputusan kita dibidang anggaran ini untuk mencukupi kebutuhan sewa-beli rusuna.
(Jakarta, 11 April 2007)

April 14th, 2007

RUSUNA ATAU APARTMENT???

RUSUNA ATAU APARTMENT???

Berbagai komentar bermunculan mengenai penggunaan istilah rusuna. Ada yang usul jangan memakai istilah RUSUNA (rumah susun sederhana), alasannya kurang trendy. Ada yang ingin sebutan APARTEMEN. Soal murah dan mahal bukan alasan membedakannya. Mobil ada yang mahal dan ada yang murah, tapi toh semua disebut mobil, bukannya gerobak. Yang lain mengusulkan pakai saja LOW COST APARTMENT; APARTEMEN MURAH, APARTEMEN RAKYAT, APARTURA (Apartemen Untuk Rakyat), APARTEMEN SEDERHANA !!!
Anda para blogger, bagaimana pendapat anda?
(Jakarta, 11 April 2007).

April 14th, 2007

ANDA INGIN MEMBANGUN RUSUNA?

ANDA INGIN MEMBANGUN RUSUNA?

Ada dua jenis rusuna, yaitu rusunawa atau rumah susun sederhana sewa dan rusunami atau rumah susun sederhana milik. Yang pertama untuk disewa, yang kedua dapat dibeli alias dimiliki. Rusunawa dibangun dengan anggaran dari Pemerintah, sedangkan rusunami dibangun oleh swasta baik sendiri maupun bekerjasama dengan pemerintah maupun BUMN.
Meskipun pada dasarnya rusunami itu dibiayai sendiri oleh swasta, tetapi pihak swasta dapat juga mengajukan kredit konstruksi dari bank, dimana diharapkan antara 20% sampai 30% pembiayaan disediakan sendiri oleh developer atau pengembang dan sisanya yang 70% sampai 80% dapat dimintakan kredit perbankan.

Sedang lokasinya bisa ditanah pemerintah daerah, BUMN ataupun ditanah milik swasta sendiri. Saat ini, fasilitas yang bisa diberikan Pemerintah adalah bebas PPN apabila pengembang bersedia menjual unit rusuna nya dengan harga jual paling tinggi Rp.144.-juta. Juga bekerjasama dengan pemda, pembebasan BPHTB (Bea Pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan) yang masing-masing daerah masih bervariasi jumlahnya.

Para investor atau pengembang yang berminat bisa mengajukan usulan tertulis (Letter of Intent) kepada Menteri Perumahan Raklyat, dengan menyebutkan kemampuan finansiilnya, ketersediaan tanah maupun hal-hal lain yang terkait. Kantor Menpera insya Alloh akan membantunya. Sampai sekarang sudah lebih dari sepuluh investor yang menyatakan minat untuk membangun rusuna diberbagai daerah.
Adapun surat pernyataan berminat bisa dikirim kealamat: MENTERI PERUMAHAN RAKYAT, JL.RADEN PATAH I no.1, KEBAYORAN BARU, JAKARTA SELATAN.
Nah selamat membangun rusuna sambil beribadah mencukupi kebutuhan hunian bagi masyarakat menengah bawah.
(Jakarta, 11 April 2007).

April 14th, 2007

SBY Pancang Tiang Pertama 1000 Tower Rusuna

PEMANCANGAN PERTAMA RUSUNA 1.000 TOWER DI PULOGEBANG.

Setelah beberapa kali tertunda Kamis 5 April 2007 lalu akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sukses melakukan pemancangan pertama pembangunan rusuna (rumah susun sederhana) dan program percepatannya. Pemancangan di Pulogebang itu, dekat Kantor Walikota Jakarta Timur, dihadiri oleh Wakil Presiden, Para Menko dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Pemancangan itu serentak untuk lima tiang pancang bagi lima tower rusuna.
Rusuna Pulogebang dibangun pada tanah kurang lebih 6 ha diatas hak pengelolaan Perum Perumnas. Sudah delapan investor dan pengembang swasta, tiga diantaranya investor dari luar negeri berkomitmen untuk bekerjasama membangun rusuna.

Di Pulogebang saat ini sudah terbangun dua twin-block rusunawa (rumah susun sederhana sewa) milik Perum Perumnas. Selanjutnya akan dibangun sepuluh tower rusunami (rumah susun sederhana milik), untuk diperjual belikan atau dimiliki oleh penghuninya dengan membeli melalui bank penyalur KPR (Kredit Pemilikan Rusuna) bias dengan cara mencicil sampai dua puluh tahun. Rusuna ini terdiri dari 16 dan 20 lantai dilengkapi lift pada masing-masing towernya.

Meskipun baru mulai pembangunannya, ternyata peminat sudah mulai bermunculan. Memang brosur perkenalan rusuna itu sudah mulai disebarkan oleh antara lain PT.Prima Land, salah satu developer. Para peminat rusuna memang sudah mulai dapat menghubungi para developer untuk menanyakan spesifikasi teknis serta harga jual masing-masing unitnya.

Kedepan akan dibangun rusuna setidak-tidaknya untuk sepuluh kawasan perkotaan, yaitu Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makasar, Banjarmasin, Batam, Medan dan Palembang.
Nah, selamat menikmati rumah susun sederhana.
(Jakarta, 11 April 2007)

|