Yusuf Asy’ari

social justice for all

October 12th, 2006

Urun Rembug

Dari beberapa teman blogger, terbaca bahwa ada yang termasuk kategori ”pakar” perumahan dan ingin kontribusi pemikiran. Saya kira salah sekali kalau saya menolak uluran tangan semacam ini. Silakan, welcome. Saya senang bila ada teman2 blogger yang peduli pada permasalahan perumahan rakyat. Saya juga ucapkan terima kasih pada teman yang mengutipkan tulisan-tulisan tentang perumahan.

Hanya memang saya perlu minta pengertian teman2 juga bila ada komentar atau pendapat tidak segera saya respons. Barangkali saya sedang sibuk, keluar kota ataupun kadang-kadang macet ditengah proses meski ingin segera membalasnya. Maklum saya pendatang baru yang barangkali ada ”gatek” nya (gagap teknologi), belum terlalu familiar dengan a-z nya dunia blogging.
Terimakasih.

October 12th, 2006

Rencana peluncuran Rusun di Jabodetabek

Kementerian Perumahan Rakyat bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI bermaksud untuk melakukan Pemancangan Pertama tiang pancang untuk pembangunan Rusun (Rumah susun) yang pilot project-nya memang di Jabodetabek. Semula pemacangan akan dipusatkan di Berenlaan (Berlan) yang juga mewakili lokasi-lokasi di Pulogebang, Pulogadung, Marunda dan Kali Malang. Kawasan Manggarai dan Kemayoran yang juga diharap bisa ikut serta ternyata belum bisa, karena tidak tersedia lahan yang bebas dan bersih. Juga Berenlaan tampaknya karena berbagai faktor, belum siap.

Rencananya pencanangan itu akan dilakukan pada tanggal 5 Oktober 2006, yang ternyata Bapak Presiden pada hari itu sebagai hari TNI sangat padat acaranya. Akhirnya, insya Alloh, pencanangan akan dipusatkan di Pulogebang, mewakili juga kawasan Pulogadung, Marunda, Kali Malang dan Kota Jababeka. Dua lokasi terakhir secara administratip masuk wilayah provinsi Jawa Barat, tapi memang masih di Jabodetabek. Adapun waktunya masih menunggu kesempatan Bapak Presiden, tidak jadi tanggal 5 Oktober 2006.

Ini adalah crash-program, karena itu segala sesuatunya dilakukan hampir serentak. Mohon doa dari teman2 blogger.

October 12th, 2006

Mangut Lele

Adakah teman2 blogger yang sering lewat jalan Yogyakarta-Magelang? Bagi yang sering lewat, juga bagi para pemudik kedaerah Yogya dan Magelang (sebentar lagi kan pada mudik!) tentunya tidak asing lagi dengan makanan “mangut”, yaitu lauk yang terdiri dari ikan air tawar, biasanya lele (tapi bisa juga mujair atau bawal) yang dimasak pertama kali digoreng, setelah itu dimasak lagi dengan kuah santan dengan rasa pedas.

Nah, dimana kita bisa beli mangut lele itu? Di desa Tangkilan, ditepi barat sungai Pabelan, kalau dari arah Muntilan ke Magelang, setelah tikungan disungai Pabelan langsung belok kekanan kira2 25 (dua puluh lima) meter, ada warung makan “PURNAMA”. Inilah warung makan mangut lele yang kesohor. Tidak percaya? Boleh coba!

Baru2 ini, setelah meresmikan IKADI Kota Semarang, saya dan isteri ke Yogyakarta. Tetapi karena tidak tega lewat desa Tangkilan begitu saja, terpaksa saya dan isteri, meskipun dengan voorrijders pak Polisi, ya mampir dulu ke warung Purnama itu bersama dengan pak polisinya. Wah, nekat ya? Yaa begitulah, tapi kayaknya everyone is happy, kecuali kalau saya salah menilai.

Barangkali ada yang nanya, darimana saya tahu? Soalnya, saya memang lahir didesa Pabelan itu, dimana almarhum ayah saya Haji Asy’ari adalah lurah dari tahun 1946 sampai kalau tidak salah tahun 1974. Eh, meski ini berbau promosi, tapi pemilik warung bukan saudara lho?!

|