Acara Peresmian Rumah 736 unit, jumat 6 Oktober 2006 jam 08.00 wib, dihadiri oleh : Menpera, Bupati Bantul,Ketua MPR,LSM dan Tokoh masyarakat serta wakil penerima bantuan.

BANTUL (ACT)-sebanyak 739 rumah rakyat bagi korban gempa di DIY dan Jateng telah diresmikan oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat, M Yusuf Asyari, Jum’at (6/10) pagi ini.

Rumah-rumah tersebut adalah bantuan sejumlah lembaga donor. Diantara lembaga-lembaga donor tersebut adalah Aksi Cepat Tanggap (ACT), Muslim Aid, Oxfam, Elnusa Emergency Response, Muslim Indo Texas, Tensey Ryo Dunlop Shirakawa dan sejumlah lembaga donor lainnya yang tergabung dalam mitra sinergis ACT.

Program Secretary ACT jogja jateng recovery (AJR) Didik Rinan Sumekto mengungkapkan, 739 rumah tersebut 99 diantaranya adalah rumah berkonstruksi tahan gempa. selebihnya adalah rumah swadaya dengan model bantuan berupa dana stimulan. Dengan demikian , tetap dituntut andil yang besar dari para korban gempa sendiri.
“Model penyaluran bantuan kami memang seperti itu. Masyarakat benar-benar kami libatkan dalam upaya memulikan konisi mereka sendiri. jadi mereka tidak semata-mata menadahkan tangan”, tutur didik.

Sebanyak 739 rumah tersebut tersebar di 41 titik di DIY maupun Jateng. Karena itu, peresmiann juga akan dilakukan secara simbolik dengan memeberi ucapan selamat kepada 41 orang mewakili warga di 41 titik pembangunan tersebut.
Acara penyerahan akan dibuka oleh Bupati Bantul, Drs HM Idham Samawi. Hadir dalam kesempatan tersebut CEO Muslim Aid yang berkedudukan di London, Saefuddin Ahmad, para direktur PT Elnusa dan wakil lembaga-lembaga donor. Sementara itu Ketua MPR Dr. Hidayat Nur Wahid juga akan memberikan sambutan mewakili para korban gempa.

Di lokasi penyerahan rumah juga digelar pemutaran film pendek “Semangat Kedaton Kidul Untuk Jogja-Jateng” karya sutradara termahal Ipang Wahid. Sementara ACT memamerkan ACT memamerkan langkah-langkah recovery yang ditembuhnya pasca gempa 27 Mei lalu.
Secara terpisah Akhyari Hananto SE, Koordinator Muslim Aid di Yogya menjelaskan, setelah sukses bekerjasama dengan ACT dalam membangun rumah swadaya, Muslim Aid akan lebih fokus pada upaya recovery ekonomi para korban gempa.
Tetapi pembangunan rumah mungkin masih diteruskan sejauh ada hibah dari donatur yang ditujuakan untuk rekontruksi jelas Akhyari.

(Tim Komunikasi AJR)