Foto-foto dari berbagai Kasiba (Kawasan Siap Bangun) kini sudah bisa dinikmati di Galeri Foto.
Selamat menikmati.
– Webmaster
Foto-foto dari berbagai Kasiba (Kawasan Siap Bangun) kini sudah bisa dinikmati di Galeri Foto.
Selamat menikmati.
– Webmaster
Waduuh… jadi pengen punya rumah sendiri deh…
Pa Mentri, selamat ya pa ada blog-nya
BTW bisa diskusi masalah RSH pa ?
Pa Mentri, klo mau urun rembuk masalah percepatan pengadaan perumahan RSH, gimana pa? saya ada proposal yang saya yakin bisa membantu bapak untuk percepatan pembangunan pengadaan perumahan, untuk mengejar backlog perumahan RSH.
Mohon respons bapak pa.
Rachmat DK
aatpsc@yahoo.com
Pemerhati masalah perumahan rakyat.
Alaikumsalaam wr wb
Terimakasih atas partisipasi Anda. Kontribusi bisa diberikan baik lewat hard copy/post/fax atau silakan kirim email ke alamat saya.
Saya tunggu.
Wassalam
yusuf
QZoners said on September 15, 2006 at 5:42 pm | Edit This
Waduuh… jadi pengen punya rumah sendiri deh…
-
Iya doong, semua anak muda harus punya semangat tinggi begitu. Semua harus punya rumah karena visi kementerian perumahan rakyat adalah “setiap keluarga Indonesia menghuni rumah yang layak.”
Wassalaam
yusuf
Bener pak, sekarang baru ikut orang tua, insya Allah target saya tahun depan udah punya rumah sendiri, soalnya mo punya bayi pak. hehe… Mohon doanya ya paak
Untuk Bang Rahmat DK: kalau punya ide, silakan dituangkan di blog ini. Rasanya semakin banayak yang beri komentar atas ide anda akan semakin baik. trm.kasih.
Selamat Siang Pak Menteri,
kebetulan saya beberapa bulan yang lalu ikut terlibat dalam proyek “Kasiba Banjarmasin”, saya sebagai arsitek yang membuat gambar 3D, dan denah layout tipe 36, 45, kawasan tepi sungai serta rencana pengembangan tipe 36, 45 bersama tim.
Saya juga pernah terlibat dalam proyek menpera untuk mengetahui sejauh mana kebutuhan masyarakat jakarta tentang kebutuhan rumah.
Saya jadi tertarik untuk menjadi pegawai di kementerian perumahan rakyat, adakah lowongan buat saya pak mentri,?
saya ingin membuat sesuatu yang berarti bagi masyarakat jakarta yang belum memiliki rumah yang layak dan membuat lingkungan pemukiman yang sebelumnya tidak layak menjadi layak untuk di huni.
Demikian perkenalan saya Pak Menteri tentang ketertarikan saya akan perumahan dan jika bapak berkenan menjadikan saya sebagai bagian di kementrian perumahan rakyat.
Wasalam,
Benny K. Widodo
ben_widodo@yahoo.com
saya mau merenovasi rumah rsh type 36, tolong denahnya
Pak Menteri selamat sore
Saya kebetulan pernah membuat perumahan dgn model Kasiba di Batam, dan mendapat pembiayaan dari Bank BTN, pada hemat kami model tersebut dapat di jadikan alternatif model pembiayaan dan penyediaan rumah murah di Indonesia sebab telah kami buktikan rumah tersebut dapat di milikki dengan harga Rp. 24 juta Tipe 21/60 lengkap dgn listrik, air dan PSU, Dan model ini kami pastikan akan tepat sasaran ke masyarakat MBR, sampai saat ini kredit mereka lancar, kami telah memyelesaikan sebanyak 100 unit. Jika bapak berkenan kami siap mempresentasikan di hadapan bapak.
terima kasih
terkait dengan kebijakan kasiba. apakah kasiba tersebut dapat mengendalikan harga tanah? artinya begini, saat suatu lahan telah direncanakan sebagai objek kasiba, sudah barang tentu para pemilik tanah akan menaikkan harga tanahnya di luar batas kewajaran.
kemudian, apakah kebijakan kasiba tersebut dapat mengendalikan spekulasi tanah oleh para spekulan?
yang terakhir, dua pertanyaan di atas sebenarnya terkait dengan penyediaan tanah. nah bagaimana kegiatan penyediaan ataupun perolehan tanah yang akan ditujukan sebagai lokasi/ objek kasiba tersebut dapat meminimalisir spekulasi tanah oleh para spekulan?
mohon tanggapan bapak ke dess_ep@yahoo.com
terima kasih.
Pak Menteri Yth,
Perusahaan saya memiliki sebidang tanah sertipikat hgu luas 170 (seratus tujuh puluh) hektar terletak dipinggir jalan raya sekitar 38 kilometer dari kodya kupang,Nusa Tenggara Timur nama daerahnya oelamasi). Tadinya tanah tersebut untuk usaha ternak, tapi sekarang ternak susah, sehingga usaha tidak jalan. Masalah saya bertambah karena pada tahun 2006 terbit kepres nomor 3 tahun 2006 yang intinya memindahkan ibukota kabupaten kupang ke lokasi tanah saya (tanah saya menjadi bagian dari kepres itu, dan sekarang hanya sebelah pagar saja dari pusat perkantoran kab. kupang yang baru). Sekarang tanah saya jadi rebutan orang banyak pak, termasuk pemkab kupang untuk bangun-bangun gedung. Saya sendiri karena selama ini kerja di bidang pertanian, jadi tidak mengerti soal developer dan property. Saya mau coba banting setir saja jadi pengusaha perumahan kalau memang bisa. Sebenarnya saya ingin konsep perumahan yang berwawasan lingkungan dan pertanian, tapi kok aturannya dan pembiayaannya tidak ada. Selalu kalo rumah kecil tanahnya juga kecil, lah kalau petani itu rumahnya kecil saja Pak pekarangannya yang luas untuk tanam-tanam. Mohon saran Pak. Terima kasih atas perhatiannya.