<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.2" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Laju pertumbuhan kota bebani kebijakan perumahan</title>
	<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/</link>
	<description>social justice for all</description>
	<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 21:25:16 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.2</generator>
		<item>
		<title>By: kesehatan anak</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-44886</link>
		<dc:creator>kesehatan anak</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 10:21:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-44886</guid>
		<description>jangan patah semangat pak, rakyat membutuhkan anda</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jangan patah semangat pak, rakyat membutuhkan anda</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fy</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-18234</link>
		<dc:creator>fy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Sep 2007 07:34:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-18234</guid>
		<description>Assalamualaikum...
Pak, saya sedang menulis tentang rumah "berharga murah" dan rumah "berbiaya murah". Apakah Bapak ada masukan (kebijakan, data, atau opini, dll, dsb) tentang ini? Terima kasih
Wassalamualaikum....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum&#8230;<br />
Pak, saya sedang menulis tentang rumah &#8220;berharga murah&#8221; dan rumah &#8220;berbiaya murah&#8221;. Apakah Bapak ada masukan (kebijakan, data, atau opini, dll, dsb) tentang ini? Terima kasih<br />
Wassalamualaikum&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rahmat</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-15292</link>
		<dc:creator>rahmat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 12:18:07 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-15292</guid>
		<description>Selamat atas keberadaan blog ini. Saya cuman saran untuk seluruh Pemda di Indonesia, agar setiap pemecahan sertifikat yang diajukan oleh setiap pengembang yang sesuai dengan siteplan yang telah direncanakan, khusus untuk sertifikat Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umumnya langsung diatas namakan kepada Pemda masing-masing. Hal ini perlu dilakukan guna menghindarkan perubahan status peruntukan dan hilangnya fasos dan fasum.Terlebih lagi mengingat pentingnnya apa yang disebut dengan KASIBA dan LISIBA yang mengacu pada RTRW masing-masing kota. Trims</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat atas keberadaan blog ini. Saya cuman saran untuk seluruh Pemda di Indonesia, agar setiap pemecahan sertifikat yang diajukan oleh setiap pengembang yang sesuai dengan siteplan yang telah direncanakan, khusus untuk sertifikat Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umumnya langsung diatas namakan kepada Pemda masing-masing. Hal ini perlu dilakukan guna menghindarkan perubahan status peruntukan dan hilangnya fasos dan fasum.Terlebih lagi mengingat pentingnnya apa yang disebut dengan KASIBA dan LISIBA yang mengacu pada RTRW masing-masing kota. Trims</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Erwin</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-14360</link>
		<dc:creator>Erwin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jul 2007 06:49:46 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-14360</guid>
		<description>sugeng siang pak mentri... yah sebagai mahasiswa planologi yang sedang meneliti masalah perumahan semakin jauh saya meneliti kok ya semakin saya prihatin nasib MBR!!
perumahan kok ya masih jadi masalah klasik yang belum bisa dipenuhi secara layak oleh para pemimpin:( ingat pak!! tiap hari penduduk miskinnya nambah kebutuhan rumahe juga nambah.. sebenernya saya cukup ngeh lah sama program-program perumahane tapi kok ya mandheg2 mulu di tengah jalan.. saya sedang meneliti kredit mikro perumahane kemenpera, moga2 program ini dapat jadi alternatif bagi MBR ya pak mentri.. good luck &#38; jgn lupa selalu melihat ke bawah ya bozzz</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sugeng siang pak mentri&#8230; yah sebagai mahasiswa planologi yang sedang meneliti masalah perumahan semakin jauh saya meneliti kok ya semakin saya prihatin nasib MBR!!<br />
perumahan kok ya masih jadi masalah klasik yang belum bisa dipenuhi secara layak oleh para pemimpin:( ingat pak!! tiap hari penduduk miskinnya nambah kebutuhan rumahe juga nambah.. sebenernya saya cukup ngeh lah sama program-program perumahane tapi kok ya mandheg2 mulu di tengah jalan.. saya sedang meneliti kredit mikro perumahane kemenpera, moga2 program ini dapat jadi alternatif bagi MBR ya pak mentri.. good luck &amp; jgn lupa selalu melihat ke bawah ya bozzz</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: elok ratnasari</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-13697</link>
		<dc:creator>elok ratnasari</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jul 2007 04:51:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-13697</guid>
		<description>Assalamu'alaikum pa saya elok ratnasari anak dari alm. A.Nuryani. Saya sudah membaca beberapa artikel tentang rumah. di lampung ini dengan pengajuan kredit dengan dp knapa biaya yang diajukan developer untuk biaya provisi bank terlalu besar. dan bulanan juga besar? knapa untuk pns ada bantuan dari pemerintah tapi pegawai swasta tidak minimal bunga bank - nya disubsidi. mohon bantuan doa karena sekarang saya sedang beli rumah dengan proses kredit. Pa no telepon rumah di jakarta berubah menjadi 021-98158252. wassalamu'alikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum pa saya elok ratnasari anak dari alm. A.Nuryani. Saya sudah membaca beberapa artikel tentang rumah. di lampung ini dengan pengajuan kredit dengan dp knapa biaya yang diajukan developer untuk biaya provisi bank terlalu besar. dan bulanan juga besar? knapa untuk pns ada bantuan dari pemerintah tapi pegawai swasta tidak minimal bunga bank - nya disubsidi. mohon bantuan doa karena sekarang saya sedang beli rumah dengan proses kredit. Pa no telepon rumah di jakarta berubah menjadi 021-98158252. wassalamu&#8217;alikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Teuku Raja Sayang</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-9144</link>
		<dc:creator>Teuku Raja Sayang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 May 2007 06:43:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-9144</guid>
		<description>Bpk. Menteri yang terhormat.
Sehubungan dengan rancana pemerintah untuk membangun perumahan rakyat maka dengan ini saya mohon agar kepada kami diberikan kesempatan untuk bertemu guna menjelaskan rencana pembangunan rumah rakyat di- Jl. MT. Haryono. Perlu Bpk. ketahui tanah di MT. Haryono kurang lebih 7,5 Ha. dan sedang kami rencanakan untuk membangun rumah susun. untuk itu mohon balasan dari Bpk. untuk membalas email kami ke alamat email tersebut.
Terima Kasih
Hormat saya.
Teuku Raja Sayang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bpk. Menteri yang terhormat.<br />
Sehubungan dengan rancana pemerintah untuk membangun perumahan rakyat maka dengan ini saya mohon agar kepada kami diberikan kesempatan untuk bertemu guna menjelaskan rencana pembangunan rumah rakyat di- Jl. MT. Haryono. Perlu Bpk. ketahui tanah di MT. Haryono kurang lebih 7,5 Ha. dan sedang kami rencanakan untuk membangun rumah susun. untuk itu mohon balasan dari Bpk. untuk membalas email kami ke alamat email tersebut.<br />
Terima Kasih<br />
Hormat saya.<br />
Teuku Raja Sayang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: uged-uged</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-1343</link>
		<dc:creator>uged-uged</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2007 04:49:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-1343</guid>
		<description>Pak menteri, mbok dipikirkan buat Rusunawa yang sekalian memberdayakan penghuninya, supaya tidak selamanya menyewa di Rusunawa. Sebenarnya Kota Yogya udah coba merintis, namun masih kebingungan membuat pola pemberdayaannya, sementara baru pengelolanya memberdayakan masyarakat sekitar Rusunawa. Hal yang lebih penting sebenarnya memberdayakan penghuni Rusunawa dengan program-program yang difasilitasi pemerintah daerah atau pusat. Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak menteri, mbok dipikirkan buat Rusunawa yang sekalian memberdayakan penghuninya, supaya tidak selamanya menyewa di Rusunawa. Sebenarnya Kota Yogya udah coba merintis, namun masih kebingungan membuat pola pemberdayaannya, sementara baru pengelolanya memberdayakan masyarakat sekitar Rusunawa. Hal yang lebih penting sebenarnya memberdayakan penghuni Rusunawa dengan program-program yang difasilitasi pemerintah daerah atau pusat. Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andrie</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-1289</link>
		<dc:creator>andrie</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Feb 2007 08:58:51 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-1289</guid>
		<description>Assalamu 'alaikum__
Pak menteri saya mw merepotkan nih. bisa saya minta data tentang laju pertumbuhan perumahan dan hunian apartemen di wilayah JADETABEK, untuk bahan riset saya.
Jazakillah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum__<br />
Pak menteri saya mw merepotkan nih. bisa saya minta data tentang laju pertumbuhan perumahan dan hunian apartemen di wilayah JADETABEK, untuk bahan riset saya.<br />
Jazakillah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ari</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-504</link>
		<dc:creator>ari</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jan 2007 04:41:07 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-504</guid>
		<description>Kalo cuma memikirkan perumahan, tanpa mempertimbangkan aspek lain, percuma. Tidak akan berhasil.
Seharusnya secara integral,lintas bidang.
Contoh : kebutuhan lahan kota untuk perumahan memaksa masyarakat pertanian semakin terpojok ke pinggiran, karena harga modal tanah semakin tinggi tidak sebanding dengan produksi pertanian (harga bahan pangan diatur). Di samping itu, pertumbuhan ekonomi (uang)yang tidak merata (kapitalis) tanpa jaminan sosial tidak ada. 
Berbeda dengan negara maju, walaupun kapitalis tapi orang tidak punya tetap dapat jaminan sosial.
Makasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo cuma memikirkan perumahan, tanpa mempertimbangkan aspek lain, percuma. Tidak akan berhasil.<br />
Seharusnya secara integral,lintas bidang.<br />
Contoh : kebutuhan lahan kota untuk perumahan memaksa masyarakat pertanian semakin terpojok ke pinggiran, karena harga modal tanah semakin tinggi tidak sebanding dengan produksi pertanian (harga bahan pangan diatur). Di samping itu, pertumbuhan ekonomi (uang)yang tidak merata (kapitalis) tanpa jaminan sosial tidak ada.<br />
Berbeda dengan negara maju, walaupun kapitalis tapi orang tidak punya tetap dapat jaminan sosial.<br />
Makasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Saryanto</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-361</link>
		<dc:creator>Saryanto</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Dec 2006 22:33:32 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-361</guid>
		<description>Ass Bp Yusuf,
Tertarik dengan masalah Kasiba Lisiba BS yg diamanatkan UU 4/1992 tentang Perkim jo PP 80/1999 yg menjadi aturan pelaksanaannya. Kami dengar UU 4/1992 sedang direvisi? Bagaimana Pak, Rencana Revisi UUnya? Dengan revisi tsb, apakah PP 80/1999 lalu untuk sementara di non aktifkan? Sekarang RP4D akan digalakan lagi sebagai pengganti kegiatan Kasiba Lisiba BS? Mungkin perlu di inventariasi semua aturan yang nyangkut perkim. Mana yang masih berlaku dan mana yang tidak. Rasanya ada kecenderungan duplikasi antara tugas Deputi Pengembangan Kawasan dengan Subdit Bangkim Baru, Ditjen CK? Maklum dulu kan merupakan kebijakan Ditjen Perkim, sewaktu Dep. Kimpraswil. Perkim di negara maju di kenal dengan Housing and Setlement? Apa ada maksud untuk memisahkannya? Menpera kaitan dng perumahan. Dep PU, masalah permukimannya? Kalau tidak salah tupoksi Kementerian Negara terkait dengan kebijakan. Sedangkan Departemen operasional (vide PP no 9/2005 tentang tupoksi kementerian negara)
Mohon maaf nungsung pawartos Pak. Matur Nuwun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass Bp Yusuf,<br />
Tertarik dengan masalah Kasiba Lisiba BS yg diamanatkan UU 4/1992 tentang Perkim jo PP 80/1999 yg menjadi aturan pelaksanaannya. Kami dengar UU 4/1992 sedang direvisi? Bagaimana Pak, Rencana Revisi UUnya? Dengan revisi tsb, apakah PP 80/1999 lalu untuk sementara di non aktifkan? Sekarang RP4D akan digalakan lagi sebagai pengganti kegiatan Kasiba Lisiba BS? Mungkin perlu di inventariasi semua aturan yang nyangkut perkim. Mana yang masih berlaku dan mana yang tidak. Rasanya ada kecenderungan duplikasi antara tugas Deputi Pengembangan Kawasan dengan Subdit Bangkim Baru, Ditjen CK? Maklum dulu kan merupakan kebijakan Ditjen Perkim, sewaktu Dep. Kimpraswil. Perkim di negara maju di kenal dengan Housing and Setlement? Apa ada maksud untuk memisahkannya? Menpera kaitan dng perumahan. Dep PU, masalah permukimannya? Kalau tidak salah tupoksi Kementerian Negara terkait dengan kebijakan. Sedangkan Departemen operasional (vide PP no 9/2005 tentang tupoksi kementerian negara)<br />
Mohon maaf nungsung pawartos Pak. Matur Nuwun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: IMAM NAWAWI</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-316</link>
		<dc:creator>IMAM NAWAWI</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Dec 2006 03:20:07 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-316</guid>
		<description>Di Indonesia ada model untuk menata suatu kawasan atau lingkungan yaitu Konsolidasi Tanah (KT), tetapi model ini kurang diperhatikan oleh pemerintah. Seharusnya KT dapat dikembangkan untuk mencegah permukiman kumuh, menyediakan infrastruktur lingkungan permukiman, dan sekaligus menyediakan lahan tertata bagi kebutuhan lahan permukiman. Seharusnya model ini dikembangkan untuk mengantisipasi pertumbuhan dan perkembangan kota-kota di Indonesia. Bagaimana dengan pemerintah terutama pemda prop/kab/kota? kapan model ini akan menjadi andalan bagi pembangunan kota?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di Indonesia ada model untuk menata suatu kawasan atau lingkungan yaitu Konsolidasi Tanah (KT), tetapi model ini kurang diperhatikan oleh pemerintah. Seharusnya KT dapat dikembangkan untuk mencegah permukiman kumuh, menyediakan infrastruktur lingkungan permukiman, dan sekaligus menyediakan lahan tertata bagi kebutuhan lahan permukiman. Seharusnya model ini dikembangkan untuk mengantisipasi pertumbuhan dan perkembangan kota-kota di Indonesia. Bagaimana dengan pemerintah terutama pemda prop/kab/kota? kapan model ini akan menjadi andalan bagi pembangunan kota?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yusufasyari</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-107</link>
		<dc:creator>yusufasyari</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Oct 2006 10:45:40 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-107</guid>
		<description>Ya gimana engga tambah banyak slum area kalau rencana tata kota-nya aja juga engga bener. If you have a plan (a city plan that is), stick to it.
Jangan tiap rezim ganti diubah mulu, ya engga beres - beres nantinya. 
--
Karena itulah saat ini sedang diproses Rencana Undang-undang Tata Ruang (RUU TR) dengan penanggungjawab PU karena tata ruang ada di sana. Diharapkan dengan demikian masalah ini bisa teratasi meski harus kita sadari pula bahwa segala sesuatunya kembali kepada faktor manusianya. Semoga ini menjadi ikhtiar kita bersama.
Wassalam
yusuf</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya gimana engga tambah banyak slum area kalau rencana tata kota-nya aja juga engga bener. If you have a plan (a city plan that is), stick to it.<br />
Jangan tiap rezim ganti diubah mulu, ya engga beres - beres nantinya.<br />
&#8211;<br />
Karena itulah saat ini sedang diproses Rencana Undang-undang Tata Ruang (RUU TR) dengan penanggungjawab PU karena tata ruang ada di sana. Diharapkan dengan demikian masalah ini bisa teratasi meski harus kita sadari pula bahwa segala sesuatunya kembali kepada faktor manusianya. Semoga ini menjadi ikhtiar kita bersama.<br />
Wassalam<br />
yusuf</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yusufasyari</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-106</link>
		<dc:creator>yusufasyari</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Oct 2006 10:42:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-106</guid>
		<description>ARS said on September 14, 2006 at 7:33 pm &#124; Edit This 
Proyek 15 ribu RuSun-nya gimana nih pak? Udah jalan blm ya?
Kalo ga salah, dulu sewaktu awal menjabat juga pernah menjanjikan akan membangung ratusan ribu rumah yang diberikan secara gratis kepada warga miskin, kok sampai sekarang saya belum dengar lagi nih? 
-
Dari awal tidak ada janji membagi-bagi rumah gratis karena memang tidak ada anggaran untuk itu. Sejak awal juga tidak ada janji 15 ribu Rusun. Yang ada adalah upaya untuk membangun 1000 Rusun dalam 5 tahun. Itu pun dengan catatan apa bila pendanaannya tersedia. Doakan saja agar kita semua bekerja ke arah sana. Amin.
Wassalam
yusuf</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ARS said on September 14, 2006 at 7:33 pm | Edit This<br />
Proyek 15 ribu RuSun-nya gimana nih pak? Udah jalan blm ya?<br />
Kalo ga salah, dulu sewaktu awal menjabat juga pernah menjanjikan akan membangung ratusan ribu rumah yang diberikan secara gratis kepada warga miskin, kok sampai sekarang saya belum dengar lagi nih?<br />
-<br />
Dari awal tidak ada janji membagi-bagi rumah gratis karena memang tidak ada anggaran untuk itu. Sejak awal juga tidak ada janji 15 ribu Rusun. Yang ada adalah upaya untuk membangun 1000 Rusun dalam 5 tahun. Itu pun dengan catatan apa bila pendanaannya tersedia. Doakan saja agar kita semua bekerja ke arah sana. Amin.<br />
Wassalam<br />
yusuf</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yusufasyari</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-103</link>
		<dc:creator>yusufasyari</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Oct 2006 10:33:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-103</guid>
		<description>alhamdulillah… langkah ini harus di tiru menteri lain…sekalian aja pak ajak pak anton dan pak adhiyaksa

trus jangan anti kritik pak..
komentar apapun… yang membangun atau nggak tetap di dengar dan di perhatikan.. ingat kejadian khalifah umar kan..

so selamat bergabung di dunia bloging 
-
Terimakasih untuk komentar Anda. Tentu kalau kita mampu kita akan menteladani akuntabilitas dan transparansi yang ditunjukkan Khalifah Umar. Cuma barangkali lihat situasi dan kondisi itu perlu waktu juga. Insya Allah kita semua akan berhasil dengan doa Anda.
wassalam
yusuf</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alhamdulillah… langkah ini harus di tiru menteri lain…sekalian aja pak ajak pak anton dan pak adhiyaksa</p>
<p>trus jangan anti kritik pak..<br />
komentar apapun… yang membangun atau nggak tetap di dengar dan di perhatikan.. ingat kejadian khalifah umar kan..</p>
<p>so selamat bergabung di dunia bloging<br />
-<br />
Terimakasih untuk komentar Anda. Tentu kalau kita mampu kita akan menteladani akuntabilitas dan transparansi yang ditunjukkan Khalifah Umar. Cuma barangkali lihat situasi dan kondisi itu perlu waktu juga. Insya Allah kita semua akan berhasil dengan doa Anda.<br />
wassalam<br />
yusuf</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dedi mulyono</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-61</link>
		<dc:creator>dedi mulyono</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Sep 2006 01:57:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-61</guid>
		<description>alhamdulillah... langkah ini harus di tiru menteri lain...sekalian aja pak ajak pak anton dan pak adhiyaksa

trus jangan anti kritik pak..
komentar apapun... yang membangun atau nggak tetap di dengar dan di perhatikan.. ingat kejadian khalifah umar kan..

so selamat bergabung di dunia bloging</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alhamdulillah&#8230; langkah ini harus di tiru menteri lain&#8230;sekalian aja pak ajak pak anton dan pak adhiyaksa</p>
<p>trus jangan anti kritik pak..<br />
komentar apapun&#8230; yang membangun atau nggak tetap di dengar dan di perhatikan.. ingat kejadian khalifah umar kan..</p>
<p>so selamat bergabung di dunia bloging</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ARS</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-58</link>
		<dc:creator>ARS</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Sep 2006 02:33:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-58</guid>
		<description>Proyek 15 ribu RuSun-nya gimana nih pak? Udah jalan blm ya?
Kalo ga salah, dulu sewaktu awal menjabat juga pernah menjanjikan akan membangung ratusan ribu rumah yang diberikan secara gratis kepada warga miskin, kok sampai sekarang saya belum dengar lagi nih?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Proyek 15 ribu RuSun-nya gimana nih pak? Udah jalan blm ya?<br />
Kalo ga salah, dulu sewaktu awal menjabat juga pernah menjanjikan akan membangung ratusan ribu rumah yang diberikan secara gratis kepada warga miskin, kok sampai sekarang saya belum dengar lagi nih?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: harry</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-55</link>
		<dc:creator>harry</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Sep 2006 01:18:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-55</guid>
		<description>Saya baru menemukan sebuah blog (antara lain) mengenai perumahan, dan cukup menarik. Sebuah contoh artikelnya saya lampirkan disini :

&lt;blockquote&gt;A plea from two diaster affected communities to help one another 

The slow and tiring eruption of Mount Merapi seems to bring more impacts on the local community than many people realize. Some of the more important ones include lack of water, destruction of crops, and inability to plant - due to heavy ash coverage.

Two days ago, Sukiman, a community leader in the dusun of Deles, said that replanting (after current crops have been destroyed) will have to be held back until the rainy season starts. Given the weird weather condition in Indonesia nowadays, who knows when this will start. In the past it's been from October until April. This means the farming community will have no work and income for at least 4 months.

As for water, many wells and springs have been covered by ash so bad that it's impossible to extract clean water. Many communities in the Merapi slope now have to buy water. A 5,000 Liter container of water costs Rp 125,000 (USD 12.5), and a family (including their livestock!) can consume this for a maximum of ten days. This means an additional expenditure of 1.25 dollars a day per family. Quite significant.

So what can we do to help them? Simple. Let them help their fellow communities in Southern Yogyakarta and Klaten, whose houses were destroyed by the May 27th earthquake.

How so?
The Merapi community has access to an almost endless supply of bamboo. And the community members are experts in constructing a bamboo house. Twelve bamboo poles as posts, combined with walls made of bamboo sheets, and tin roofs, then we'd have a 4 by 6 meter temporary house that can last at least 4 years. Once the materials have been prepared, one Merapi resident can assemble an average of two houses per day. After we calculated the costs to gather and prepare materials, transport, and assembly, one house would cost about Rp 1.8 million (USD 180). Complete, all-in.

If someone is smart enough to allocate resources for this, then these are the benefits:
Better social cohesion between the Merapi volcano community (majority farmers) and the communities affected by the earthquake (many craftmakers, farmers, and urban day workers)
Communities affected by the earthquake will immediately be able to produce again, once they have a stable shelter.
Communities affected by the volcano will be able to have funds/capital to replant again. 

A three-in-one deal. Anyone interested?
&lt;/blockquote&gt;

Other interesting articles :

1. [&lt;a href="http://communed.blogspot.com/2006/07/problems-with-supply-driven-low-income.html" rel="nofollow"&gt; Problems with Supply-driven Low-income Flats - Part 1 &lt;/a&gt;] -- [&lt;a href="http://communed.blogspot.com/2006/07/problems-with-low-income-housing.html" rel="nofollow"&gt; Part 2 &lt;/a&gt;]

2. [&lt;a href="http://communed.blogspot.com/2006/08/when-indonesias-vp-and-jakartas.html" rel="nofollow"&gt; When Indonesia's VP and Jakarta's Governor Exchange Statements about Low-income Flats - Part 1 &lt;/a&gt;] -- [&lt;a href="http://communed.blogspot.com/2006/08/low-income-flats-more-polemics.html" rel="nofollow"&gt; Part 2 &lt;/a&gt;]

3. [&lt;a href="http://communed.blogspot.com/2006/09/low-income-flats-are-profitable.html" rel="nofollow"&gt; Low-income flats are profitable! &lt;/a&gt;]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya baru menemukan sebuah blog (antara lain) mengenai perumahan, dan cukup menarik. Sebuah contoh artikelnya saya lampirkan disini :</p>
<blockquote><p>A plea from two diaster affected communities to help one another </p>
<p>The slow and tiring eruption of Mount Merapi seems to bring more impacts on the local community than many people realize. Some of the more important ones include lack of water, destruction of crops, and inability to plant - due to heavy ash coverage.</p>
<p>Two days ago, Sukiman, a community leader in the dusun of Deles, said that replanting (after current crops have been destroyed) will have to be held back until the rainy season starts. Given the weird weather condition in Indonesia nowadays, who knows when this will start. In the past it&#8217;s been from October until April. This means the farming community will have no work and income for at least 4 months.</p>
<p>As for water, many wells and springs have been covered by ash so bad that it&#8217;s impossible to extract clean water. Many communities in the Merapi slope now have to buy water. A 5,000 Liter container of water costs Rp 125,000 (USD 12.5), and a family (including their livestock!) can consume this for a maximum of ten days. This means an additional expenditure of 1.25 dollars a day per family. Quite significant.</p>
<p>So what can we do to help them? Simple. Let them help their fellow communities in Southern Yogyakarta and Klaten, whose houses were destroyed by the May 27th earthquake.</p>
<p>How so?<br />
The Merapi community has access to an almost endless supply of bamboo. And the community members are experts in constructing a bamboo house. Twelve bamboo poles as posts, combined with walls made of bamboo sheets, and tin roofs, then we&#8217;d have a 4 by 6 meter temporary house that can last at least 4 years. Once the materials have been prepared, one Merapi resident can assemble an average of two houses per day. After we calculated the costs to gather and prepare materials, transport, and assembly, one house would cost about Rp 1.8 million (USD 180). Complete, all-in.</p>
<p>If someone is smart enough to allocate resources for this, then these are the benefits:<br />
Better social cohesion between the Merapi volcano community (majority farmers) and the communities affected by the earthquake (many craftmakers, farmers, and urban day workers)<br />
Communities affected by the earthquake will immediately be able to produce again, once they have a stable shelter.<br />
Communities affected by the volcano will be able to have funds/capital to replant again. </p>
<p>A three-in-one deal. Anyone interested?
</p></blockquote>
<p>Other interesting articles :</p>
<p>1. [<a href="http://communed.blogspot.com/2006/07/problems-with-supply-driven-low-income.html" rel="nofollow"> Problems with Supply-driven Low-income Flats - Part 1 </a>] &#8212; [<a href="http://communed.blogspot.com/2006/07/problems-with-low-income-housing.html" rel="nofollow"> Part 2 </a>]</p>
<p>2. [<a href="http://communed.blogspot.com/2006/08/when-indonesias-vp-and-jakartas.html" rel="nofollow"> When Indonesia&#8217;s VP and Jakarta&#8217;s Governor Exchange Statements about Low-income Flats - Part 1 </a>] &#8212; [<a href="http://communed.blogspot.com/2006/08/low-income-flats-more-polemics.html" rel="nofollow"> Part 2 </a>]</p>
<p>3. [<a href="http://communed.blogspot.com/2006/09/low-income-flats-are-profitable.html" rel="nofollow"> Low-income flats are profitable! </a>]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Oskar Syahbana</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-54</link>
		<dc:creator>Oskar Syahbana</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Sep 2006 21:23:34 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-54</guid>
		<description>Ya gimana engga tambah banyak slum area kalau rencana tata kota-nya aja juga engga bener. If you have a plan (a city plan that is), stick to it.
Jangan tiap rezim ganti diubah mulu, ya engga beres - beres nantinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya gimana engga tambah banyak slum area kalau rencana tata kota-nya aja juga engga bener. If you have a plan (a city plan that is), stick to it.<br />
Jangan tiap rezim ganti diubah mulu, ya engga beres - beres nantinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Henry</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-52</link>
		<dc:creator>Henry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Sep 2006 14:31:32 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-52</guid>
		<description>Salam kenal, Pak Yusuf.

Saya harap lebih banyak lagi para pemimpin Indonesia yang dapat mencontoh anda dalam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menampung aspirasi rakyat.  Kalo rakyat bisa dialog langsung dengan para pemimpinnya, negara kita ini akan maju lebih pesat lagi. :) 

Mengenai artikel anda tentang pesatnya kemajuan kota dan daya tampung perumahan, saya tidak bisa banyak berkomentar berhubung saya ini orang awam di bidang tata kota dan perumahan.  Tetapi saya mungkin bisa memberi sedikit pendapat dari sudut pandang saya sebagai 'end-user' dari kebijakan-kebijakan yang ada.   

Pertumbuhan kota Surabaya selama beberapa tahun ini amat pesat. Berhubung sebelah utara dan timur Surabaya itu laut, pertumbuhan dan pembangunan kota Surabaya akhirnya melebar ke selatan dan barat. Jadi kalau anda keliling dari Surabaya Selatan ke Surabaya Utara, anda akan melihat kontras-nya antara bangunan-bangunan modern di Surabaya Selatan dan bangunan-bangunan kuno di Surabaya Utara (ada yang peninggalan Belanda, ada yang kumuh dan tak terawat, dan lain-lain).  

Di Surabaya Selatan dan Barat sendiri, terdapat pemandangan yang menarik, yaitu apartment-apartment dan perumahan elite berdiri berdampingan dengan kampung-kampung yang penduduknya sebagian masih bertani, memelihara kambing, dll. Sayangnya para penduduk kampung-kampung sering kali menjadi korban para mafia tanah. 

'Bisnis' mafia tanah ini sedang marak-maraknya di Surabaya. Mereka mengusir pemilik asli, baik melalui proses hukum (kalau pemilik asli kurang begitu tahu tentang aturan pertanahan dan 'ketidak-tahuan' mereka dimanfaatkan untuk mengambil alih tanah mereka) atau dengan paksa. Ada yang rumahnya dibakar, ada yang miliknya diratakan dengan buldoser secara tidak legal (tidak melalui jalur hukum), ada yang dikeroyok dan dipukuli.  Bahkan jalan umum-pun dibeli, dan dibangun tembok sehingga rumah tidak diberi akses keluar masuk. Akibatnya, banyak penduduk yang harus merelakan tanah miliknya diambil begitu saja oleh para mafia tanah tersebut.  Tanah-tanah tsb. kemudian dijual lagi dengan harga yang jauh lebih tinggi kepada para investor. (Anda dpt menghubungi saya lewat e-mail kalau anda ingin informasi lebih lanjut untuk mengklarifikasi keakuratan keterangan yang saya beri).

Jalur hukum-pun sudah banyak ditempuh oleh kawan-kawan kita ini. Polisi (setidaknya di Surabaya ini) sejauh ini sikapnya hanya menampung laporan-laporan dari masyarakat tanpa ada tindakan yang pasti. Ada seorang yang rumahnya diblokir (akses keluar masuk ditutup rapat dengan tembok - berhubung jalan umum didepannya di’beli’) dan oleh polisi disarankan untuk mengajukan laporan atas pasal perbuatan yang tidak menyenangkan.  Itu-kan konyol sekali.

Tanpa dukungan hukum yang pasti, Sertifikat Hak Milik-pun tidak ada artinya.  Apa artinya memiliki Sertifikat Hak Milik kalau kepemilikan tersebut tidak didukung sepenuhnya oleh hukum dan undang-undang yang ada?

Mohon pendapatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal, Pak Yusuf.</p>
<p>Saya harap lebih banyak lagi para pemimpin Indonesia yang dapat mencontoh anda dalam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menampung aspirasi rakyat.  Kalo rakyat bisa dialog langsung dengan para pemimpinnya, negara kita ini akan maju lebih pesat lagi. <img src='http://www.yusufasyari.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mengenai artikel anda tentang pesatnya kemajuan kota dan daya tampung perumahan, saya tidak bisa banyak berkomentar berhubung saya ini orang awam di bidang tata kota dan perumahan.  Tetapi saya mungkin bisa memberi sedikit pendapat dari sudut pandang saya sebagai &#8216;end-user&#8217; dari kebijakan-kebijakan yang ada.   </p>
<p>Pertumbuhan kota Surabaya selama beberapa tahun ini amat pesat. Berhubung sebelah utara dan timur Surabaya itu laut, pertumbuhan dan pembangunan kota Surabaya akhirnya melebar ke selatan dan barat. Jadi kalau anda keliling dari Surabaya Selatan ke Surabaya Utara, anda akan melihat kontras-nya antara bangunan-bangunan modern di Surabaya Selatan dan bangunan-bangunan kuno di Surabaya Utara (ada yang peninggalan Belanda, ada yang kumuh dan tak terawat, dan lain-lain).  </p>
<p>Di Surabaya Selatan dan Barat sendiri, terdapat pemandangan yang menarik, yaitu apartment-apartment dan perumahan elite berdiri berdampingan dengan kampung-kampung yang penduduknya sebagian masih bertani, memelihara kambing, dll. Sayangnya para penduduk kampung-kampung sering kali menjadi korban para mafia tanah. </p>
<p>&#8216;Bisnis&#8217; mafia tanah ini sedang marak-maraknya di Surabaya. Mereka mengusir pemilik asli, baik melalui proses hukum (kalau pemilik asli kurang begitu tahu tentang aturan pertanahan dan &#8216;ketidak-tahuan&#8217; mereka dimanfaatkan untuk mengambil alih tanah mereka) atau dengan paksa. Ada yang rumahnya dibakar, ada yang miliknya diratakan dengan buldoser secara tidak legal (tidak melalui jalur hukum), ada yang dikeroyok dan dipukuli.  Bahkan jalan umum-pun dibeli, dan dibangun tembok sehingga rumah tidak diberi akses keluar masuk. Akibatnya, banyak penduduk yang harus merelakan tanah miliknya diambil begitu saja oleh para mafia tanah tersebut.  Tanah-tanah tsb. kemudian dijual lagi dengan harga yang jauh lebih tinggi kepada para investor. (Anda dpt menghubungi saya lewat e-mail kalau anda ingin informasi lebih lanjut untuk mengklarifikasi keakuratan keterangan yang saya beri).</p>
<p>Jalur hukum-pun sudah banyak ditempuh oleh kawan-kawan kita ini. Polisi (setidaknya di Surabaya ini) sejauh ini sikapnya hanya menampung laporan-laporan dari masyarakat tanpa ada tindakan yang pasti. Ada seorang yang rumahnya diblokir (akses keluar masuk ditutup rapat dengan tembok - berhubung jalan umum didepannya di’beli’) dan oleh polisi disarankan untuk mengajukan laporan atas pasal perbuatan yang tidak menyenangkan.  Itu-kan konyol sekali.</p>
<p>Tanpa dukungan hukum yang pasti, Sertifikat Hak Milik-pun tidak ada artinya.  Apa artinya memiliki Sertifikat Hak Milik kalau kepemilikan tersebut tidak didukung sepenuhnya oleh hukum dan undang-undang yang ada?</p>
<p>Mohon pendapatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: diaz</title>
		<link>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-48</link>
		<dc:creator>diaz</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Sep 2006 12:44:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.yusufasyari.com/2006/08/30/laju-pertumbuhan-kota-bebani-kebijakan-perumahan/#comment-48</guid>
		<description>Halo Pak Menteri!!!!!!!
Saya concern banget loh sama masalah perumahan yang bapak jelasin.
Trimaksih buat penjelasannya...
Smoga ga cukup disini aja program-program yang bakal ada
AMIN.........
Sekali lagi MERDEKA !!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Pak Menteri!!!!!!!<br />
Saya concern banget loh sama masalah perumahan yang bapak jelasin.<br />
Trimaksih buat penjelasannya&#8230;<br />
Smoga ga cukup disini aja program-program yang bakal ada<br />
AMIN&#8230;&#8230;&#8230;<br />
Sekali lagi MERDEKA !!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
