[ English version ] Inna lillaahi wa inna ilayhi raaji’uun. Segalanya berasal dari Allah dan kembali kepadaNya jua.

Ibunda kami, Hj. Halimah Juari, kembali menemui Al-Khaliq dini hari tadi, sekitar pukul 4.00 WIB, Senin 28 Agustus 2006, dalam usia 89 tahun. Menjelang wafatnya, almarhumah menderita penyakit jantung dan komplikasi penyakit lainnya.

Kami makamkan beliau ba’da dzuhur tadi di pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Beliau meninggalkan 9 orang anak, 30 cucu dan 25 cicit.



[ 1 ] Yusuf Asy’ari berbincang Menteri Hukum dan Perundang-Undangan Hamid Awaluddin di dekat jenazah almarhumah



[ 2 ] Keluarga Yusuf Asy’ari dan Zainab melepas Menteri Hukum dan Perundang-Undangan Hamid Awaluddin seusai ta’ziyah. Tampak pula Menteri Negara Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar sedang duduk di teras rumah duka.



Everything is from Allah, and to Him everything will be returned.

Our beloved mother, Hj. Halimah Juari, has gone to meet her Creator early today, around 04:00 WIB, Monday 28th August 2006, aged 89 years. Before her death, she suffered from heart problems and a few complications.

We buried her after Zhuhur prayer in the Jeruk Purut burial site, South Jakarta. She left behind 9 children, 30 grandchildren, and 25 great-grandchildren.

Photo captions :

[ 1 ] Yusuf Asy’ari speaking with Minister of Law, Hamid Awaluddin, near the deceased.

[ 2 ] Family of Yusuf Asy’ari and Zainab said farewell to Minister of Law, Hamid Awaluddin, after his visit. Seen as well is Minister of Environment, Rahmat Witoelar, sitting in the terrace.